Moskow, LiputanIslam.com –  Ketua Akademi Problema Geopolitik yang berbasis di Moskow, Konstantin Sivkov, menyebutkan adanya perkembangan baru terkait pembelian sistem pertahanan udara S-400 oleh Arab Saudi dan Qatar dari Rusia.

“Akibat tekanan Amerika Serikat (AS), Arab Saudi urung membeli sistem S-400 Rusia… Saudi semula mengajukan permohonan untuk mendapatkan sistem pertahanan udara Rusia ini, tapi kemudian tunduk kepada tekanan AS, hal yang menyebabkan penolakannya terhadap perjanjian,” katanya dalam wawancara dengan saluran RT milik Rusia, Selasa (12/6/2018).

Mengenai Turki, dia mengatakan bahwa negara ini juga mendapat tekanan dari AS.

“Tapi Ankara tetap memutuskan untuk mendapatkan sistem S-400,” lanjutnya sembari menyebutkan bahwa tekanan AS sangat efektif.

Mengenai Qatar, dia mengatakan bahwa perjanjian mengenai pembelian sistem ini sangat tidak penting bagi Doha. Menurutnya, kecilnya luas negara Qatar tidak memungkinkannya untuk mendapatkannya kecuali untuk satu batalion pasukan, dan inipun berarti bahwa akan banyak wilayah darat Saudi yang masuk dalam jangkauan batalion ini sehingga mengancam navigasi antara kedua negara, dan berbagai pangkalan udara Saudi juga masuk dalam radius jangkauan sistem tersebut. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*