tentara suriah di aleppoAleppo, LiputanIslam.com – Pasukan Arab Suriah (AS) mundur dari semua posisinya di kawasan Athriya – Tabqah setelah mendapat serangan senjata kimia dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

IRNA melaporkan bahwa ISIS Rabu (22/6) menyerang posisi-posisi SAA di kawasan tersebut dengan menggunakan roket-roket yang mengandung gas kimia, dan akibat serangan ini pasukan suriah di kawasan Sair Yatel mengalami gangguan pernafasan. Mendapat serangan dengan senjata terlarang itu SAA terpaksa mundur meninggalkan semua posisinya di kawasan itu.

Menurut Rai al-Youm, lembaga Observatorim Suriah untuk HAM (SOHR) menyatakan SAA yang semula berhasil mendekati pangkalan udara Tabqa akhirnya terusir jauh hingga keluar dari provinsi Raqqah dan masuk ke provinsi Hama. Akibatnya, SAA yang semula sudah berada di lokasi sejarak 7 km lantas terpukul mundur hingga sejarak 40 km dari pangkalan udara strategis yang diduduki ISIS sejak 2014 tersebut. (Baca: Terus Desak ISIS, Pasukan Suriah Kian Dekati Pangkalan Udara Tabqa)

IRNA menyebutkan bahwa dalam pertempuran terbaru meskipun tentara Suriah mundur jauh akibat gempuran senjata kimia namun tak kurang dari 70 teroris ISIS yang sebagian besarnya adalah pelaku serangan bom bunuh diri tewas di tangan SAA dan sekutunya. IRNA juga melaporkan bahwa sebelum itu SAA sempat mendekati pangkalan udara Tabqa sejarak 5 km.

SAA memulai operasi militer menuju pangkalan udara Tabqa sejak 2 Juni lalu, dan dari situ rencananya mereka akan terus bergerak menuju kota Raqqah yang menjadi markas besar ISIS di Suriah dan berjarak 50 km dari pangkalan udara tersebut.

Dalam pertempuran lain yang dilaporkan AFP berdasarkan keterangan SOHR , Pasukan Demokrasi Suriah yang dibantu pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat berhasil mencetak kemajuan baru, Kamis (23/6), dengan menguasai sebuah desa di bagian utara Suriah yang berjarak hanya 1 km dari kota Manbij.

Pasukan Demokrasi Suriah yang sebagian besar anggotanya bersuku Kurdi bergerak maju dengan bantuan serangan udara pasukan koalisi dan terjadi pertempuran yang menewaskan 12 anggota ISIS.

Sejak 31 Juni lalu pasukan ini terlibat pertempuran sengit dengan ISIS untuk menguasai kota Manbij yang menjadi salah satu markas ISIS di provinsi Aleppo. Pekan lalu pasukan itu berhasil mengepung Manbij dan memutus akses ISIS ke berbagai kawasan lain yang dikuasainya, termasuk ke wilayah perbatasan Turki. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL