roket ansarullah yamanSanaa, LiputanIslam.com –   Markas pasukan militer Arab Saudi di Najran mendapat serangan dari pasukan artileri dan pasukan rakyat Yaman hingga jatuh puluhan korban tewas dan luka di pihak tentara Saudi. Demikian dilaporkan kantor berita Yaman, Saba, berdasarkan keterangan sumber militer negara ini.

Sumber itu juga mengatakan bahwa tentara dan pasukan rakyat Yaman juga telah menghancurkan beberapa peralatan militer,termasuk peluncur roket, di kamp Balyalin milik Saudi di kawasan Najran. Mereka juga menghancurkan peluncur roket dan menyerang  lokasi pengintaian militer Saudi dengan puluhan roket.

Menurutnya, pasukan gabungan Yaman itu akan terus mengguncang posisi-posisi militer Saudi dan melancarkan operasi militer secara masif sebagai reaksi atas berlanjutnya serangan udara Saudi dan negara-negara sekutunya yang dimulai sejak Maret lalu dan sejauh ini telah menjatuhkan ribuan korban tewas dan luka yang sebagian besar adalah warga sipil serta menghancurkan banyak fasilitas infrastruktur Yaman.

Roket Kornet Mulai Dikerahkan

Di bagian lain, tentara Yaman dan milisi Ansarullah menggunakan menggunakan roket Kornet anti-tank buatan Rusia untuk pertama kalinya  menyusul keterlibatan langsung pasukan Uni Emirat Arab (UEA) dan Arab Saudi dalam perang Yaman di wilayah selatan negara ini, terutama provinsi Aden, Lahij dan Abyan.

Keterangan sumber di lapangan yang dikutip Alakhbar Selasa (11/8) menyebutkan bahwa kelompok-kelompok khusus milisi Ansarullah (Houthi) Senin lalu (10/8) telah mengintai konvoi tank jenis AMX Leckrec milik pasukan lawan kemudian menghujaninya dengan sejumlah roket Kornet hingga tak sedikit tank buatan Perancis itu serta kendaraan dan peralatan tempur lainnya yang digunakan pasukan UEA hancur. Selain itu, sedikitnya dua tentara UEA dan enam anggota milisi Yaman pro-Saudi tewas  di depan kamp al-Nasr di distrik Khurmaksar.

Sumber itu menambahkan bahwa peristiwa serupa juga terjadi di kawasan-kawasan lain namun belum ada data mengenai kerugiannya, kecuali bahwa dua hari sebelumnya lima pasukan UEA menemui ajalnya dalam perjalanan dari Aden menuju Abyan akibat serangan pasukan Yaman.

Unjuk Rasa Akbar

Sanaa, ibu kota Yaman, kembali diwarnai unjuk rasa akbar yang kali ini bertema “penolakan terhadap rencana, kejahatan dan blokade imperialis” , Selasa (11/8). Sabaa melaporkan bahwa lautan massa turun ke jalanan sambil mengibarkan bendera Yaman, memekikkan yel-yel kutukan terhadap agresi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman, dan meneriakkan slogan-slogan perlawanan.

Massa juga mengecam kebungkaman khalayak internasional di depan kejahatan Saudi dan sekutunya yang telah menjatuhkan ribuan korban jiwa, termasuk anak kecil dan kaum perempuan, serta menghancurkan sarana infrastruktur Yaman.

Lebih jauh, massa pengunjuk rasa melimpahkan segala kewenangan strategis kepada pemimpin gerakan Ansarullah, Abdul Malik al-Houthi dalam perlawanan terhadap “konspirasi jahat” Saudi dan sekutunya terhadap Yaman.

Dalam aksi itu terlihat pula dua anak kecil Yaman tampil ke podium dengan orasi yang menegaskan bahwa anak-anak bangsa Yaman pantang mundur dan senantiasa siap membela Yaman hingga titik darah penghabisan.

Saudi dan sekutunya sejak Maret lalu sampai sekarang menebar maut di Yaman dengan melancarkan serangan udara untuk menumpas Ansarullah yang telah menggerakkan revolusi rakyat berujung larinya presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi ke Saudi. Kemudian, karena serangan udara tak kunjung membuahkan hasil, Saudi dan UEA lantas mengerahkan pasukan daratnya di beberapa provinsi Yaman untuk mendukung kelompok-kelompok loyalis Mansur Hadi yang bersekutu dengan Saudi. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL