Pakistani-TalibanKabul, LiputanIslam.com – Sedikitnya 10 polisi Afghanistan dilaporkan tewas akibat dua peristiwa serangan milisi Taliban, masing-masing di provinsi Badakhshan dan provinsi Laghman Rabu (21/5). Dalam salah satu serangannya, milisi Taliban menggunakan taktik kamuflase dengan mengenakan pakaian perempuan. Taliban mengaku dua serangan itu merupakan bagian dari operasi serangan musim semi bersandi “Operasi Khaibar”.

Di provinsi Badakhshan, milisi pemberontak Taliban dalam jumlah besar menyerang beberapa pos polisi di distrik Yamgan yang terletak di bagian timur laut provinsi ini. Polisi terpaksa mundur dan terjadi kontak senjata selama beberapa jam dan berlanjut hingga Rabu, mengakibatkan enam polisi tewas.

Kepala Kepolisian Daerah Provinsi Badakhshan, Jenderal Fazeluddin Ayar, menyatakan bahwa dalam kontak senjata yang berlangsung di distrik Yamgan pasukan bantuan telah dikirim ke lokasi dan bertempur dengan milisi Taliban di wilayah pegunungan sekitar distrik tersebut. Dia menambahkan bahwa beberapa helikopter juga dikerahkan ke lokasi.

Menurut Ayar, selain enam polisi Afghanistan tewas, lima militan Taliban juga terbunuh dan tiga polisi cidera akibat kontak senjata antara kedua belah pihak.

Di pihak lain, Taliban menyatakan para “jihadis”-nya telah mengibarkan bendera putih tanda penaklukan di atas markas distrik Yamgan.

Sedangkan di provinsi Laghman, sejumlah militan Taliban menyamar sebagai perempuan dengan mengenakan burka (pakaian tradisional yang menutupi semua bagian tubuh perempuan) Rabu pagi. Dengan cara itu mereka mendekati markas kepolisian di distrik Alingar kemudian melancarkan serangan sengit mengakibatkan empat polisi tewas.

Juru bicara gubernur Laghman, Sarhadi Zwak mengatakan mereka menyerang dengan senapan otomatis dan granat roket ke markas tersebut. Menurutnya, selain empat polisi tewas, juga indikasi bahwa di pihak Taliban juga jatuh korban.

Kepada media Taliban mengaku bertanggungjawab atas dua serangan itu dan menyebutnya sebagai bagian dari operasi serangan musim semi bersandi “Operasi Khaibar” yang dikampanyekan oleh milisi ini untuk menggempur polisi dan militer Afghanistan sejak pekan lalu.

Karena itu, musim semi tahun ini menjadi sebentuk ujian untuk mengukur kemampuan tentara dan aparat keamanan Afghanistan menghadapi pemberontak sejak pasukan sekutu pimpinan Amerika Serikat meninggalkan negara ini.

Serangan musim semi Taliban dinyatakan ketika Afhanistan sedang menyongsong pemilihan uum presiden putaran kedua pada 14 Juni mendatang. Taliban bersumpah untuk mengganggu proses pemungutan suara dengan serangan bom dan berbagai aksi kekerasan lain, meskipun putaran pertama pemungutan suara pada 5 April berjalan sukses dan relatif aman. (mm/thedailystar)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL