Teheran, LiputanIslam.com –  Diplomat mantan duta besar Rezim Zionis Israel Ron Prosor dalam artikelnya yang dimuat oleh The Wall Street Journal Senin lalu (29/5/2017) menyebutkan bahwa kelompok pejuang Islam Hizbullah yang berbasis di Lebanon “sekarang lebih kuat 10 kali lipat dibanding kekuatannya pada tahun 2006.”

Dia menjelaskan bahwa milisi yang didukung Iran itu memiliki 150,000 rudal sehingga dalam satu hari dapat meluncurkan 1500 rudal dari darat ke udara dan laut dengan sasaran tempat manapun di wilayah Israel.

Prosor bahkan menilai kekuatan militer Hizbullah lebih besar daripada kekuatan sebagian besar anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), hal yang juga telah dinyatakan berulang kali dalam berbagai kesempatan oleh Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman dengan tujuan menakut-nakuti khalayak dunia dan memposisikan Israel sebagai korban.

Prosor mengingatkan bahwa perang antara Israel dan Hizbullah dapat dicegah jika khalayak dunia sekarang bergerak di bawah komando Amerika Serikat (AS). Menurutnya, sekarang adalah saatnya memperbarui resolusi Dewan Keamanan PBB nomor 1701 yang gagal diterapkan oleh pasukan PBB UNIFIL yang bertugas di Lebanon selatan.

Dia berpendapat bahwa Amerika Serikat (AS) harus berusaha merevisi resolusi 1701 untuk melucuti senjata Hizbullah dan menjadikan Lebanon selatan sebagai kawasan perlucutan senjata di bawah Pasal 7.

Ron Prosor juga menyarankan pengadaan zona darat kolektif di Lebanon dan Suriah untuk memperkuat apa yang disebutnya  kerjasama Israel dengan negara-negara Arab Sunni yang berhasrat mencarikan solusi permanen bagi kemelut Palestina – Israel. (mm/almayadeen/thetower)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL