tank peshmerga irakTeheran, LiputanIslam.com – Pasukan Kurdistan Irak, Peshmerga, bersama pasukan relawan Irak dilaporkan telah mengobrak-abrik barisan pasukan teroris takfiri Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di bagian barat provinsi Diyala, Irak. Bersamaan dengan ini, pasukan Irak yang didukung pasukan kelompok-kelompok lokal merebut kembali sebuah bangunan pemerintah di kota Ramadi yang hendak direbut ISIS sebagai pendahuluan untuk menguasai kota ini.

Wartawan TV al-Mayadeen yang berbasis di Lebanon melaporkan bahwa pasukan Peshmerga dan pasukan relawan Irak mengalami kemajuan besar di bagian barat provinsi Diyala setelah berhasil mengobrak-abrik barisan pasukan ISIS dan memaksa mereka kabur meninggalkan posisi-posisinya.

Peshmerga dan relawan menggelar operasi penyisiran di wilayah perbukitan Hamrain setelah barisan pasukan ISIS di sana berantakan dan melarikan diri.

Di sisi lain, Peshmerga juga berhasil menggagalkan serangan pasukan ISIS di kawasan Baashiqa di sisi utara kota Mosul, dan bersama pasukan Irak mereka juga telah membebaskan sebuah desa di timur laut kota Baquba.

Sedangkan di Ramadi, ibu kota provinsi Anbar, pasukan Irak dan kelompok-kelompok pasukan adat setempat berhasil mengusir kawanan bersenjata ISIS yang sempat menguasai sebuah bangunan pemerintah. Kawanan teroris itu kabur setelah terjadi kontak senjata intensif yang berlangsung sejak hari Selasa (25/11). ISIS berusaha menguasai bangunan itu sebagai pendahuluan untuk bercokol lagi di kota Ramadi.

Di Kirkuk, otoritas setempat mengumumkan “situasi siaga maksium 100 persen” dan menyebar peringatan keamanan di jalan-jalan setelah terbetik laporan tersebarnya pasukan ISIS di bagian selatan dan barat kawasan Kirkuk serta sempat terjadi kontak senjata antara mereka dan pasukan Pershmerga. Hal ini terjadi beberapa jam setelah pembebasan kawasan al-Sirajiyah dan al-Mahbubiyah di distrik Hit, bagian barat provinsi Anbar.

Al-Mayadeen juga melaporkan bahwa sejumlah petinggi ISIS tewas di bagian barat kota Mosul, ibu kota provinsi Nineveh. Mereka antara lain adalah Abu Umar Saif al-Islam dan Abu Ayyub al-Kurdi yang tewas akibat ledakan bom yang ditujukan terhadap konvoi mobilnya di kawasan tersebut.

Laporan lain dari SkyNews mengutip pernyataan para pejabat wilayah semi-otonomi Kurdistan Irak bahwa pasukan ISIS melancarkan serangan besar-besaran ke kota Zumar, provinsi Nineveh, dengan tujuan menguasai kembali Bendungan Mosul.

Dalam pertempuran di sekitar kota yang terletak di dekat perbatasan Irak-Suriah itu sebanyak 11 anggota Peshmerga terbunuh, namun jumlah korban tewas di pihak ISIS jauh lebih banyak, yaitu 43 orang. Selain itu, beberapa kendaraan lapis baja dan mobil pengangkut personil milik ISIS juga hancur.

Laporan yang sama juga menyebutkan bahwa seorang komandan ISIS bernama Sanan Mat’ab tewas bersama 22 teroris lainnya dalam pertempuran di distrik Hit. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL