ISIS eksekusi warga di Salahudin, Irak.Baghdad, LiputanIslam.com – Memenggal kepala lawan adalah tradisi kelompok teroris Daulah Islam Irak dan Suriah (ISIS) untuk menebar rasa takut dan menekan mental lawan. Sekarang, aksi kejam saling sembelih dan penggal itu dilaporkan bermula di Irak antarsesama kelompok bersenjata yang semula bahu membahu memerangi pasukan dan rakyat Irak di bagian utara negara ini.

Sebuah sumber lokal provinsi Diyala, Irak, Senin (28/7) mengatakan kepada al-Sumariya bahwa dua kelompok ISIS dan milisi Naqsyabandiah yang kini bersaing berebut kekuasaan di wilayah timur laut kota Baquba sedang terlibat konflik yang disebut “Perang Penggal Kepala”.

“Di sekitar kawasan Sakdiyah, 60 kilometer timur laut Baquba, telah ditemukan empat mayat anggota ISIS dalam kondisi kepala tercerai dari badan, dan enam mayat lain anggota milisi Naqsyabandia yang kepalanya juga sudah terpenggal,” ujar sumber tersebut.
Dia menambahkan, “Apa yang terjadi sekarang adalah perang antarkelompok yang bersaing di mana pemenggalan kepala menjadi bahan untuk menggertak lawan.”

Beberapa waktu lalu, sumber-sumber keamanan provinsi Diyala juga telah mengungkapkan adanya perselisihan tajam antara ISIS dan beberapa kelompok bersenjata lain di berbagai wilayah Irak. Perselisihan itu terus meningkat hingga mereka terlibat pertempuran dan aksi saling meniadakan secara fisik. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL