iraq ammar al-shibliBaghdad, LiputanIslam.com – Anggota parlemen Irak Ammar al-Shibli mengatakan ada konspirasi di Timur Tengah dan sejauh ini tak kurang dari 120 TV satelit serta ratusan situs, termasuk situs-situs berita, di Timur Tengah yang membela kejahatan gerombolan teroris besar ISIS di Irak dan Suriah.

Dia menilai organ utama kelompok teroris pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi itu adalah Partai Baath yang terguling di Irak dan dibentuk oleh para mantan perwira intelijen diktator Irak mendiang Saddam Hossein.

“Mereka menciptakan ISIS sebagai monster raksasa dengan harapan perang dapat berlangsung sampai 30 tahun. Ini merupakan satu konspirasi. ISIS sebenarnya bukan apa-apa. Apa yang terlihat sekarang adalah kekuatan media negara-negara Arab regional,” katanya dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Rabu (27/5).

Mengenai jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS dia mengatakan peristiwa ini terjadi tak lain karena aksi pengkhianatan.
“Semua orang yang melarang masuknya relawan al-Hashd al-Shaabi ke Anbar terlibat dan bertanggungjawab atas jatuhnya Ramadi,” katanya.

Menurutnya, ada beberapa tokoh dan politisi Irak yang pergi ke Amerika Serikat (AS) lalu menebar laporan-laporan bohong yang menyudutkan al-Hashd al-Shaabi serta menyalahkan para pejabat dan pemimpin Irak.

Al-Shibli mengingatkan bahwa di mana ada al-Hasdh al-Shaabi di situ ISIS tidak bisa berbuat apa-apa. Dia mencontohkan bahwa dalam satu bulan terakhir ini saja tak ada satupun hasil yang di dapat ISIS dalam serangan hebatnya di bagian utara provinsi Salahuddin dan Diyala.

“ISIS sudah sudah menyiapkan serangan-serangan hebat di Hamrin, al-Adim, al-Huwaijah, al-Ishaqi dan kilang minyak Baiji, namun selalu saja gagal, sebab di semua kawasan ini terdapat relawan al-Hashd al-Shaabi. .. Dalam beberapa bulan terakhirpun, ISIS dapat dengan mudah dikalahkan di semua front yang di situ terdapat al-Hashd al-Shaabi. Ini membuat semua orang terkesima, tak terkecuali AS,” ujarnya.

Anggota parlemen Irak dari faksi Kedaulatan Hukum ini menambahkan ISIS sendiri tak dapat membantah kekalahan telaknya di Amirli, Jurf al-Sakhar, Jalawla dan Saadiyah serta semua kawasan provinsi Diyala hingga akhirnya provinsi Salahuddin.

“Pasukan al-Hashd al-Shaabi telah melakukan sweeping (ISIS) di kawasan-kawasan yang bahkan selama kurun waktu pendudukan Irak (oleh AS) tentara AS sendiri tidak dapat memasukinya, seperti di Jurf al-Sakhar, beberapa bagian Diyala dan pegunungan Hamrin,” papar al-Shibli.

Anggota parlemen Irak ini mengaku menjalin hubungan dekat dengan para tokoh suku-suku Sunni Irak di Anbar.

“Saya memastikan bahwa 90 persen di antara mereka sejak awal menghendaki masuknya al-Hashd al-Saabi. Dewan tokoh dan pimpinan adat setempat telah melayangkan surat kepada Haider Abadi (Perdana Menteri Irak) berisikan permohonan bantuan dari al-Hasdh al-Shaabi. Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Anbar dalam sidang daruratnya di Baghdad sekitar 10 hari lalu juga menjadikan masalah ini sebagai satu keputusan yang disampaikan kepada Perdana Menteri, tapi mereka (kelompok kontra al-Hashd al-Shaabi) tetap saja menolak,” paparnya.

Dia juga menyebutkan bahwa dalam al-Hashd al-Shaabi juga terdapat satu brigade relawan Sunni Anbar.

“Mengapa mereka (kelompok kontra al-Hashd al-Shaabi) tidak pernah berbicara mengenai adanya pasukan Syiah dan Sunni di satu barisan dalam al-Hashd al-Shaabi? Bukankah mereka (pasukan Sunni) ini juga putera-putera daerah Anbar?”, soalnya.

Al-Shibli mengungkapkan bahwa ada sekelompok orang dalam tubuh tentara Irak yang sudah ditangkap dan dimintai keterangan karena diduga terlibat di balik jatuhnya Ramadi ke tangan ISIS.

“Sayang sekali, ada sekelompok orang berpengaruh di Angkatan Bersenjata yang memukul dengan cara sengaja memberikan informasi dan instruksi-instruksi yang salah,” ungkapnya.

Di bagian akhir wawancara dengan kantor berita Iran itu al-Shibli optimis bahwa dalam beberapa hari ke depan ISIS akan “porak poraknda.”

“Insya Allah, di bulan suci Ramadhan bendera-bendera muqawamah (perlawanan) dan bendera Irak akan berkibar lagi di bangunan-bangunan pemerintah dan masjid agung Ramadi,” pungkasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL