isis irakTuz Khurmato, LiputanIslam.com – Kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) kembali membayar mahal atas kejahatannya terhadap bangsa Irak. Sekitar 200 anggota kelompok radikal itu menemui ajalnya, sementara 98 lainnya tertangkap dalam sebuah operasi pembebasan dua desa Albu Hasan dan al-Salam di distrik Tuz Khurmato yang dihuni oleh warga etnis Turkmen di provinsi Salahuddin, Irak utara, Jumat sore (8/8).

Berbagai sumber menyebutkan bahwa operasi pembebasan itu melibatkan banyak pihak yaitu angkatan udara Irak, pasukan Kurdi Peshmerga, tiga kelompok relawan Syiah, 500 petempur Turkmen, dan 200 petempur Partai Pekerja Kurdi (PKK). Pertempuran mereka melawan ISIS tidak berlangsung lama karena kawanan ekstrimis itu segera terdesak dan ratusan anggotanya  bergelimpangan tanpa nyawa, sementara puluhan lainnya tertangkap. Dari situ pertempuran berlanjut hingga ke desa al-Rahmah yang berjarak sekitar 10 kilometer selatan distrik Tuz Khurmato.

Komandan petempur Turkmen cabang Salahuddin, Heitham Mohktar Oghlu, kepada reporter Anadolu Sabtu (9/8) mengatakan bahwa 500 petempur Turkmen membantu pasukan keamanan dalam operasi pembebasan tersebut. Selain berhasil membunuh dan meringkus ratusan anggota ISIS, operasi ini juga menghasilkan tersitanya delapan mobil ISIS dan ratusan senjata mereka.

Oghlu menceritakan bahwa saat itu kawanan ISIS terkepung dari empat arah. Peshmerga dan PKK mengepungnya dari arah bandara militer al-Sidiq dekat Tus Khurmato dan menggempur posisi-posisi ISIS. Di saat yang sama, beberapa helikopter pasukan Irak menggempur jembatan Zaghitun yang menghubungkan distrik tersebut dengan Tikrit untuk memutuskan jalur bantuan persenjataan dari kawanan ISIS lainnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL