drone amerikaKabul , LiputanIslam.com – Sedikit delapan orang tewas dan tiga lainnya cidera akibat serangan terbaru pesawat nirawak pasukan Amerika Serikat (AS) di provinsi Nangarhar di bagian timur Afganistan, Minggu (11/1/2015).

Menurut laporan Press TV, juru bicara polisi perbatasan Afghanistan, Edris Mohmand, menyatakan bahwa para korban serangan yang terjadi pada Minggu pagi itu adalah para anggota kelompok militan Taliban yang berada di distrik Lal Pur.

Pihak Taliban sendiri masih belum mengeluarkan komentar apapun mengenai berita tersebut.

Pasukan asing pimpinan AS di Afghanistan belakangan ini meningkatkan serangan udaranya terhadap berbagai kawasan sipil negara ini dengan pesawat nirawak.

Mengandalkan pesawat nirawak untuk menggempur sasaran-sasarannya juga dilakukan AS di Pakistan, Yaman dan Somalia.

Washington menyatakan sasaran serangan mereka adalah kaum militan anggota jaringan teroris al-Qaeda. Namun demikian, para pejabat lokal dan saksi mata menyatakan bahwa serangan tersebut dalam kasus yang terjadi selama beberapa tahun terakhir ini juga menjatuhkan para korban sipil.

AS dan negara-negara sekutunya menginvasi Afganistan pada tahun 2001 dengan dalih perang melawan teroris. Invasi itu berhasil mengguling kelompok Taliban dari kekuasaan. Namun demikian, Afghanistan sampai sekarang tak kunjung aman meskipun di negara ini terdapat ribuan pasukan asing di bawah komando AS.

Misi perang pasukan asing di Afghanistan berakhir pada 31 Desember 2014, tapi sedikitnya 13,500 pasukan asing yang sebagian besar berasal dari AS masih dipertahankan di Afghanistan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*