APTOPIX Mideast Israel PalestiniansTelAviv, LiputanIslam.com –Dinilai gagal mengelola perang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menjadi bulan-bulan media serta analis dan para pakar strategi Israel. Netanyahu dan militer Israel dianggap tidak becus membendung hujan roket maupun memusnahkan terowong-terowongan para pejuang Palestina.

Jurnalis senior Israel Amnon Lord dalam artikelnya di koran Makor Rishon menyebutkan bahwa keberhasilan Hamas membidik komandan pasukan elit Israel secara tepat menjadi bukti bahwa gerakan militan Palestina ini memiliki data dan informasi intelijen yang akurat.

“Keberhasil Hamas menembak perwira memungkinkan gerakan ini untuk mengklaim bahwa operasi penyusupan mereka hanya bertujuan untuk membunuh para perwira, bukan warga sipil sebagaimana yang dilakukan Israel,” tulis Lord, sebagaimana dikutip Rai al-Youm, Selasa (5/8).

Eli Moyal, mantan walikota Sderot, kepada Radio Israel saat mengomentari gencatan senjata yang sedang diterapkan di Jalur Gaza mengatakan bahwa Perang Gaza telah menyingkap beberapa hal yang memalukan bagi Israel, antara lain kegagalannya melacak terowongan militan Palestina dan tidak adanya strategi yang jelas untuk merobohkan kekuasaan Hamas di Gaza.

Pakar strategi Israel Yoav Sharoni dalam artikelnya yang berjudul “Kekalahan Tentara Kita Yang Mulia Namun Terhina” mengaku shock menyaksikan rekaman video operasi Nahol Uz yang dilancarkan sayap militer Hamas, Brigade Ezzedin al-Qassam. Menurutnya, rekaman video itu lebih mengerikan daripada terjangan seribu rudal ke Tel Aviv. Dalam artikel yang dimuat di situs Inyan Merkazi itu dia menilai rekaman itu mengungkap kepengecutan tentara Israel dan menghancurkan daya pencegahan untuk selamanya. (Baca: Ini Dia, Rekaman Video Serbuan al-Qassam ke Pangkalan Militer Israel)

“Tentara Israel mau bertempur tapi tak berani mati, ingin menang tapi tak berani maju ke gelanggang. Militer kita adalah yang paling banyak menguras milyaran dana hanya untuk mengubah mereka menjadi pasukan yang sepenuhnya bergantung pada sistem-sistem mutakhir yang nyatanya tetap masih kalah oleh akal manusia,” tulis Sharoni.

Dia juga menyoal, “Mungkinkah tentara kita akan kembali menjadi kombatan dan tidak lagi menjadi para pemain game perang?”
Sementara itu, koran Haaretz juga menilai tentara Israel gagal dan bodoh. “Israel telah melembagakan tentara sedemikian besar, tapi tentara itu ternyata tak cerdas,” tulis Haaretz, sebagaimana dikutip FNA.

Koran Israel ini juga mengutip pernyataan mantan kepala staf gabungan militer Israel bahwa negara Zionis ini perlu pasukan yang kecil jumlahnya namun cerdas.

“Kita sebenarnya telah menggalang pasukan yang besar namun bodoh. Pasukan ini memiliki jet tempur, tank dan perangkat elektronik tercanggih, namun melacikan otak Yahudinya, atau bahkan bisa jadi lebih buruk lagi; menyerahkan otaknya ke Hamas,” lanjutnya.

Kecaman terhadap militer Israel juga meluncur dari harian Yedioth Aharonot. Koran ini menyebut penarikan pasukan Zionis dari Jalur Gaza sebagai aksi kabur medan laga. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL