Ankara, LiputanIslam.com –  Penyanyi dan aktris ternama Turki Zuhal Olcay dijatuhi hukuman 10 bulan penjara karena dianggap telah menghina Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam sebuah pertunjukan pada tahun 2016, demikian dilaporkan koran Hurriyet, Kamis (22/3/2018).

Olcay  didakwa telah mengubah lirik salah satu lagunya dan memasukkan nama Erdogan ke dalamnya serta membuat gerakan tangan menghina saat bernyanyi.

Perubahan pada lirik lagu itu menghasilkan kalimat: “Recep Tayyip Erdogan, itu semua kosong, itu semua bohong, hidup suatu hari akan berakhir, dan Anda akan mengatakan ‘saya punya mimpi’.”

Olcay menolak tuduhan menghina. Dia menjelaskan bahwa dia menggunakan nama Erdogan semata karena sesuai dengan skema sajak tanpa ada “motif tersembunyi atau menghina.” Dia menambahkan bahwa gerakan tangan itu ditujukan kepada penonton.

Olcay sebelumnya didenda 10.620 lira atau 2.708 USD karena “menghina pegawai negeri” pada tahun 2010.

Menghina presiden di Turki dipandang sebagai kejahatan yang diancam hukuman hingga empat tahun.

Pengacara Erdogan yang mendominasi politik Turki selama lebih dari satu dekade telah mengajukan tuntutan sebanyak lebih dari 1.800 kasus, termasuk terhadap kartunis, mantan pemenang Miss Turki dan anak-anak sekolah atas tuduhan menghina Erdogan.

Enes Kanter, seorang pemain bola basket Turki di tim NBA AS, New York Knicks, juga diadili secara in absentia karena menghina Erdogan.

Berbagai kelompok HAM dan sejumlah negara Barat menyatakan prihatin dan mengecam Turki sebagai negara yang mengarah kepada otoritarianisme, karena di Turki sejauh ini telah terjadi pemecatan atau skors terhadap 150.000 orang dari pekerjaan mereka dan lebih dari 50.000 persidangan yang ditunda terkait dugaan terlibat dalam upaya kudeta gagal tahun 2016.

Pemerintah Turki menegaskan bahwa tindakan demikian diperlukan untuk menegakkan stabilitas dan melindungi Turki dari berbagai ancaman keamanan. (mm/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*