TelAviv, LiputanIslam.com –  Mendapat ancaman dari Sayyid Hassan Nasrallah bahwa Hizbullah akan menggempur tanki-tanki amonia Israel jika terjadi perang, Israel mengeluarkan instruksi pengosong tanki-tanki penyimpangan amonianya di Haifa karena dinilai sangat berbahaya dan bahkan berpotensi berubah menjadi “bom nuklir.”

Kementerian Lingkungan Hidup Israel, Rabu (22/2/2017), menyatakan pihaknya tidak akan memperpanjang izin pengisian tanki-tanki amonia di utara kota Haifa itu.

Kementerian ini menyatakan bahwa tanki-tanki yang menampung 12.000 ton racun itu membuat publik berada dalam  “risiko yang dapat diterima”.

Dilaporkan bahwa tahun lalu Hassan Nasrallah menyebut tempat penyimpanan amonia akan berubah menjadi seperti “bom nuklir” jika terkena rudal Hizbullah Lebanon.

Kementerian Lingkungan Hidup Israel memberlakukan larangan pengisian lagi tanki-tanki itu oleh perusahaan Haifa Chemicals sejak 1 Maret 2017.

Kementerian ini menetapkan jangka waktu paling lambat tiga bulan untuk distribusi bahan-bahan kimia yang tersimpan dalam tanki-tanki itu ke berbagai pihak industri terkait.

Keputusan ini diambil oleh kementerian tersebut setelah pengadilan di Haifa meminta wali kota setempat supaya mengosongkan tanki-tanki itu dalam jangka waktu paling lambat 10 hari. Haifa Chemicals tak pelak memrotes keputusan ini.

Mengacu pada peringatan para pakar dan aktivis, Hassan Nasrallah menyatakan bahwa “puluhan ribu orang” akan tewas jika tanki-tanki itu terkena rudal Hizbullah.

Amonia adalah zat beracun yang dimanfaatkan untuk produksi pupuk kimia dan pembuatan lemari es. (mm/afp/arutzsheva)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL