tentara uni emirat arabDubai, LiputanIslam.com –   45 tentara Uni Emirat Arab (UEA) tewas dalam menjalankan misinya berpartisipasi dalam serangan militer pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap Yaman untuk menumpas gerakan Ansarullah (Houthi). Demikian dilaporkan kantor berita resmi  UEA dan dikutip oleh berbagai media internasional, termasuk Fox News, BBC, dan Aljazeera, Jumat (4/9).

Tanpa  menyebutkan secara persis peranan yang dimainkan pasukan UEA itu di Yaman, WAM menyatakan bahwa ini merupakan kerugian terbesar yang dialami satu negara anggota koalisi Arab dalam perang Yaman.

UEA merupakan negara yang paling aktif membantu Arab Saudi dalam agresi militer pasukan koalisi Arab terhadap Yaman dengan tujuan membela pemerintahan Mansour Hadi yang bersekutu dengan mereka dan terguling oleh revolusi rakyat Yaman yang dimotori oleh milisi Ansarullah.

Pihak pendukung presiden pelarian Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, menyatakan puluhan tentara UEA itu terbunuh akibat serangan rudal milisi Houthi terhadap gudang senjata yang terletak di dekat posisi mereka di provinsi Marib, sementara media milisi Houthi di Sanaa, ibu kota Yaman, juga mengaku telah menembakkan rudal Tochka peninggalan era Uni Soviet.

Bersamaan dengan ini, kantor berita Bahrain, BNA, melaporkan lima tentara Bahrain juga terbunuh ketika “mempertahankan perbatasan Arab Saudi di bagian selatan”. BNA tidak memberikan laporan lebih lanjut tentang terbunuhnya lima tentara Bahrain itu.

Pihak presiden pelarian Yaman menyatakan bahwa lima tentara itu menemui ajalnya juga akibat ledakan gudang amunisi yang diterjang serangan paling mematikan dari pasukan Yaman tersebut.

Sebelumnya, UEA menyatakan tentaranya yang tewas berjumlah 22 orang, namun belakangan jumlah ini membengkak menjadi 45 orang karena banyaknya tentara UEA yang menderita luka parah dan kritis.

Kantor berita Yaman sendiri, SABA, melaporkan bahwa rudal itu ditembakkan oleh pasukan militer Yaman yang didukung pasukan komite-komite rakyat yang terafiliasi dengan Ansarullah (Houthi) dalam sebuah operasi khusus di kawasan Safir, provinsi Marib. Menurut SABA, selain membunuh puluhan “pasukan agresor”, rudal balistik itu telah menghancurkan beberapa mobil lapis baja, pesawat tempur dan helikopter Apache milik UEA.

“Angkatan bersenjata Yaman telah menembakkan rudal balistik Tochka terhadap sebuah pangkalan militer di kawasan Safir, mengakibatkan gudang-gudang amunisi di sana hangus terbakar. Pesawat-pesawat pengirim bantuan kemudian datang untuk mengevakuasi para korban tewas dan luka,” ungkap seorang petinggi militer Yaman kepada SABA.

Angkatan bersenjata Yaman dalam statemennya menegaskan akan terus mengerahkan segenap kemampuan militernya untuk “memusnahkan para agresor.”

Di bagian lain, 16 tentara Saudi tewas ketika berusaha bergerak maju menuju pos militer Mash’al di Jizan, Saudi. Dalam peristiwa itu, pasukan Yaman menyergap pasukan Saudi ketika sedang bergerak maju, dan mereka  juga berhasil merebut beberapa persenjataan ringan dan sedang dari tentara Saudi.

Pasukan Yaman juga telah menambakkan roket ke beberapa posisi pertahanan artileri Saudi di kawasan Hamdan di Najran, Saudi, namun tidak ada keterangan mengenai akibat serangan ini.

Di pihak lain, menurut laporan SABA, jet tempur Saudi menggempur sebuah rumah sakit Shi’arah di kota Razah, provinsi Sa’dah, mengakibatkan sedikitnya tujuh orang tewas dan enam lainya luka-luka.  Sebagian korban adalah perempuan dan anak kecil. Beberapa rumah di sekitar rumah sakit juga rusak akibat serangan itu.

Sementara itu, TV al-Mayadeen melaporkan bahwa Ansarullah menyetujui prakarsa yang diajukan wakil Sekjen PBB untuk Yaman, Ismail Old Cheikh Ahmed,  untuk mengatasi krisis Yaman, sementara dari pihak Saudi masih belum ada respon terhadap prakarsa tersebut.

Pasukan udara Saudi dan sekutunya mengamuk di Yaman sejak 26 Maret lalu setelah pemerintahan presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi yang bersekutu dengan rezim Riyadh tergusur oleh revolusi rakyat yang digerakkan oleh milisi Ansarullah (Houthi).

Riyadh bersumpah untuk menumpas Ansarullah dan memulihkan pemerintahan Hadi, namun sudah lima bulan milisi Ansarullah yang didukung tentara Yaman terus bertahan meskipun dikeroyok oleh Saudi dan negara-negara sekutunya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL