Sanaa, LiputanIslam.com – Arab Saudi tercatat telah melancarkan sedikitnya 28 serangan udara di berbagai kawasan di Yaman pada Kamis lalu (6/12/2018), meskipun sebelumnya mengaku telah memerintahkan pasukannya agar menghentikan serangan di Yaman bersamaan dengan dimulainya perundingan damai Yaman di Swedia.

Sebagaimana dikutip saluran TV al-Masirah milik Ansarullah, Jumat (7/12/2018), juru bicara militer Yaman Jenderal Yahya Saree mengatakan, “Fakta bahwa pasukan koalisi dan tentara bayaran mereka masih melanjutkan agresi mereka terhadap Yaman pada hari pertama perundingan perdamaian di Swedia. Ini menunjukkan bahwa agresor tidak tertarik untuk mengadakan perdamaian dan mempersiapkan dasar untuk putaran kedua perundingan.”

Dia menyebutkan bahwa tiga orang perempuan terbunuh, dan banyak rumah hancur akibat serangan udara Saudi tersebut.

Demi membalas serangan itu, militer Yaman yang didukung para pejuang Ansarullah  (Houthi) menggempur lokasi konsentrasi tentara Saudi dan pasukan bayarannya di wilayah Jizan di bagian barat daya Saudi, Kamis.

Pembalasan itu dilakukan dengan melesakkan enam rudal jarak pendek Zelzal-1 buatan dalam negeri Yaman untuk menghamtam pasukan Saudi di Gunung Qais dan desa al-Laj di provinsi Jizan.

Laporan itu menambahkan bahwa setidaknya tiga pasukan koalisi pimpinan Saudi telah tewas dan dua lainnya terluka oleh bahan peledak yang ditanam pasukan Yaman di daerah Al-Nar Mount, Jizan.

Dalam laporan terpisah, al-Masirah menyebutkan bahwa tentara Yaman berhasil menembak jatuh satu unit nirawak pengintai milik pasukan koalisi di kawasan pantai provinsi Hudaydah di bagian barat Yaman.

Pada Kamis lalu juru bicara militer Yaman menyatakan bahwa sebanyak 28 personil pasukan bayaran Saudi tewas dan 64 lainnya terluka dalam konfrontasi dengan pasukan Yaman di wilayah Damt di provinsi Dali ‘ di bagian selatan Yaman.

Eskalasi itu terjadi ketika Martin Griffiths, utusan khusus PBB untuk Yaman, mengatakan kepada wartawan bahwa pihak-pihak yang bertikai bersedia bekerja menuju de-eskalasi krisis.

Perundingan damai antara gerakan Ansarullah dan koalisi militer yang dipimpin Saudi dibuka pada Kamis lalu di Rimbo, sebuah daerah pedesaan sekitar 60 kilometer utara Stockholm, Swedia.

Seorang pejabat PBB mengatakan pada wartawan bahwa perundingan itu diperkirakan akan berlangsung selama satu minggu,.

Perundingan ini merupakan yang pertama kalinya kedua pihak yang berseteru secara resmi  bertemu sejak tahun 2016, ketika lebih dari 100 hari negosiasi di Kuwait tidak menghasilkan terobosan untuk meredakan perang Yaman. (mm/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*