lebanon parlemenBeirut, LiputanIslam.com – Di tengah suasana ketidak pastian terkait pemilihan presiden baru Lebanon dalam sidang paripurna parlemen Lebanon, sebagian besar faksi politik Lebanon dilaporkan telah menyatakan kesiapannya untuk mengikuti sidang parlemen yang dijadwalkan berlangsung hari ini, Rabu (23/4/2014).

Menurut laporan al-Jazeera, Faksi Hizbullah menunda pernyataan kesiapan hingga Rabu pagi, namun sebelumnya sudah menyatakan bahwa kemungkinan besar akan menghadiri sidang. Sedangkan kelompok Reformasi dan Perubahan pimpinan Michel Aoun menyatakan pihaknya akan memberikan suara dengan “kartu putih” dalam sidang.

Diperkirakan bahwa tidak akan ada kandidat presiden yang dapat merebut dua pertiga suara parlemen – sesuai Undang-Undang Dasar (UUD)- yang anggotanya berjumlah 125 orang. Jika demikian maka ketua parlemen Nabih Berri akan melimpahkan sidang hari ini pada sidang selanjutnya.

Parlemen Lebanon sedianya memilih pengganti Presiden Michel Suleiman yang masa baktinya akan berakhir pada 25 Mei mendatang. Namun, tajamnya perselisihan pendapat antarfaksi terkait perang Suriah membuat parlemen sulit mengambil keputusan untuk memilih presiden Lebanon yang ke-13 sejak negara ini merdeka dari Perancis tahun 1943.

Kekuatan politik di Lebanon terbelah menjadi kelompok pro dan kontra pemerintah Suriah. Kelompok pro diwakili terutama oleh Hizbullah yang bahkan sempat ikut berperang membantu pemerintah Suriah, sedangkan kelompok kontra diwakili terurtama oleh kelompal al-Mustaqbal pimpinan mantan perdana menteri Saad al-Hariri.

Sesuai amanat UUD Lebanon, presiden negara ini harus dipilih dari komunitas Kristen Maronit melalui pemungutan suara secara rahasia dengan dua pertiga suara pada putaran pertama, dan dengan suara mayoritas mutlak pada putaran-putaran berikutnya.

Para Kandidat Presiden

Pemimpin Partai Kekuatan Lebanon Samir Geagea yang berafiliasi dengan Kelompok 14 Maret jauh hari sebelumnya menyatakan siap menjadi calon presiden dan didukung oleh kelompok ini. Aljazeera melaporkan bahwa menanggapi kesiapan Geagea, Menteri Lebanon Urusan Parlemen Mohammad Fneish menyatakan bahwa menjabat presiden bukanlah kesempatan untuk mewujudkan impian.

Fneish yang juga merupakan wakil Hizbullah dalam pemerintahan Lebanon menambahkan bahwa jabatan presiden tidak patut diemban kecuali oleh orang yang memiliki rekam jejak yang baik bagi sejarah dan bangsa Lebanon, memiliki sikap yang jelas terhadap musuh Lebanon yang bernama Israel, dan menjaga reputasinya di mata rakyat, angkatan bersenjata, dan para pejuang Lebanon.

Di pihak lain, Front Perjuangan Nasional (NSF) pimpinan Walid Jumblatt yang berasal dari komunitas Druze menjagokan Henri Helou sebagai kandidat presiden. Sebenarnya tidak ada peluang bagi Helou untuk dipilih sebagai presiden, namun Jumblatt bersikap demikian lebih untuk menandai sikap netralnya di tengah parlemen yang terbelah secara hampir seimbang antara kubu 14 Maret dan kubu 8 Maret.

Kubu 8 Maret yang menggabungkan Hizbullah dengan faksi-faksi sahabatnya diperkirakan mendukung pencalonan Michel Aoun.
Di luar nama-nama tersebut masih terdapat nama-nama lain yang terangkat di media Lebanon sebagai calon presiden, antara lain Amin Gemayel, Boutros Harb, dan Robert Ghannem yang semuanya berasal dari kelompok 14 Maret, Suleiman Frangieh yang dikenal sebagai sahabat karib Presiden Suriah Bashar al-Assad, serta beberapa nama lain yang berasal dari luar faksi-faksi politik seperti Panglima Angkatan Bersenjata Lebanon, Jean Kahwaji, dan Gubernur Bank Sentral Lebanon Riad Salameh. (mm/aljazeera)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL