apache saudiSanaa, LiputanIslam.com – Gencatan senjata untuk jangka waktu lima hari demi penyaluran bantuan kemanusiaan di Yaman sudah diumumkan berlaku sejak Selasa malam lalu (12/5), namun pasukan Saudi berulangkali dilaporkan melakukan pelanggaran gencatan senjata.

Dalam kasus terbaru yang dilaporkan TV al-Mayadeen Kamis (14/5), satu unit helikopter Apache milik Saudi telah membom sebuah mobil di sebuah kawasan di provinsi Saadah, utara Yaman, mengakibatkan sembilan orang tewas. Tidak disebutkan apakah korban adalah milisi bersenjata atau warga sipil.

Sebelumnya, berbagai laporan juga menyebutkan Saudi masih menebar roket di berbagai kawasan Yaman, namun tidak ada keterangan mengenai korban yang mungkin jatuh akibat serangan tersebut.

Laporan lain dari kantor berita Anatolia menyebutkan terjadi kontak senjata sengit pada dini hari Kamis antara milisi Houthi dan milisi pendukung presiden pelarian Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi di beberapa kawasan di barat kota Taiz. Penduduk setempat mengatakan bahwa kedua pihak menggunakan berbagai jenis senjata dan terdengar pula ledakan-ledakan dari arah utara kota tersebut.

Penduduk juga mengatakan bahwa milisi Houthi berusaha menguasai posisi lawan di kawasan Arbain dan Jabal Zanuj. Houthi mendatangkan pasukan bantuan dalam jumlah besar pada Rabu sore dari arah provinsi Ibb.

Sudah hampir 50 Yaman digempur oleh pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi. Berbagai laporan yang ada mengenai jumlah korban tewas masih simpang siur. Ada yang menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 3000 orang, dan ada pula yang menyebutkan korban tewas sedikitnya 1500 orang.

Saudi mengkampanyekan perang terhadap Yaman dengan dalih demi memulihkan pemerintahan yang dianggapnya sah, yaitu pemerintahan presiden pelarian Abd Rabbuh Mansur Hadi yang tersingkir akibat revolusi yang digerakkan milisi Ansarullah atau yang lebih dikenal dengan sebutan kelompok Houthi.

Meskipun serangan udara koalisi sudah berjalan hampir dua bulan hingga kini tidak ada tanda-tanda bahwa milisi Houthi yang didukung oleh sebagian besar tentara Yaman itu melemah. Berbagai laporan bahkan menyebutkan bahwa mereka terus bergerak maju mendesak lawan-lawannya di berbagai kawasan negara Arab termiskin ini. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL