Damaskus, LiputanIslam.com –  Presiden Suriah Bashar Assad menegaskan bahwa pemecah belahan dan eskalasi radikalisme di tengah umat Islam merupakan senjata yang paling diandalkan musuh-musuh umat ini.

“Senjata utama yang digunakan oleh musuh-musuh kita ialah penebaran perpecahan, penguatan radikalisme, penciptakan keretakan pemikiran dan keagamaan di tengah masyarakat yang satu,” ungkap Assad saat menyambut para delegasi peserta Muktamar Persatuan Umat di Damaskus, seperti dilansir SANA, Rabu (11/4/2018).

Dia menegaskan bahwa persatuan umat Islam yang berdiri di atas atas keragaman dan bersandar pada esensi agama cukup untuk melindungi umat Islam dari rencana-rencana Barat untuk melemahkan mereka.

Dia menilai Muktamar Persatuan Umat dan peranan alim ulama dalam menghidupkan dialog di antara mereka, lembaga-lembaga besar keagamaan, generasi muda, dan khalayak umum sangatlah penting karena mereka dewasa ini menghadapi upaya-upaya intensif pemisahan antara identitas nasional dan identitas keagamaan serta pengabain terhadap realitas bahwa seluruh umat Islam dari satu akar yang sama.

Sementara itu, para peserta muktamar menegaskan bahwa pertemuan di Damaskus ini adalah untuk menegaskan keberpihakan para ulama dan bangsa-bangsa Muslim kepada Suriah, terlebih ketika negara ini berdiri solid dan berani menghadapi badai ancaman AS dan Barat.

Mereka juga mengucapkan selamat kepada rakyat, tentara, dan para pemimpin Suriah atas kemenangan-kemenangan besar yang telah dicapai negara ini.

“Kemenangan final dalam menghadapi perang teroris sudah dekat, dan Suriah akan tetap bertahan sebagai negeri Islam yang moderat  dalam menghadapi pemikiran radikal,” ungkap mereka.

Muktamar Persatuan Umat ini dihadiri oleh para ulama dan cendikiawan Muslim dari Indonesia, Mesir, Tunisia, Maroko, Irak, Lebanon, Turki, India, dan Afghanistan. (mm/rayalyoum/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*