Doha, LiputanIslam.com –  Dewan Menteri Qatar dalam statemennya yang dirilis Rabu (7/6/2017) menyatakan negara ini sedang mendapat “serangan propaganda tendensius”  dan “tindakan-tindakan yang tak dapat dibenarkan” dari sejumlah negara tetangganya.

Pernyataan ini mengacu pada tindakan Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), dan Bahrain yang telah memutuskan hubungan diplomatiknya dengan Qatar serta melakukan blokade darat, laut dan udara terhadap Qatar.

Statemen itu yang dirilis usai rapat itu juga mengapresiasi  sepak terjang badan-badan pemerintahan serta kewaspadaan dan kesadaran warga maupun para pemukim terhadap motivasi di balik serangan itu, dan menegaskan bahwa pemerintah menempuh langkah yang memadai untuk menjamin kelangsungan hidup secara normal di tengah aksi pengucilan oleh Saudi dan lain-lain.

“Komisi Kementerian yang telah dibentuk oleh Dewan menteri dalam rapat daruratnya Senin lalu telah menyampaikan laporan kepada dewan ini mengenai pelaksanaan rencana untuk menjamin kelangsungan hidup secara normal di dalam negara Qatar,” bunyi statemen itu.

Menurut statemen ini, rakyat Qatar kompak dan berada di satu barisan di belakang para pemimpinnya, dan semua perencanaan negara untuk masa mendatang akan berjalan norman dan tidak akan terpengaruh oleh krisis.

Laporan lain menyebutkan bahwa di tengah eskalasi krisis hubungan Qatar dengan sesama negara Teluk, terutama Arab Saudi, dikabarkan bahwa pemerintah Riyadh telah menyampaikan kepada Emir Kuwait Syeikh Sabah al-Ahmad Jabir al-Sabah beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh Qatar untuk meredakan krisis dan memulihkan hubungan.

Persyaratan itu antara lain Qatar harus berhenti mendukung kelompok Ikhwanul Musliimin dan kelompok-kelompok radikal di kawasan serta menarik diri dari hubungannya yang belakangan ini berkembang dengan Iran dan dengan kelompok pejuang Hizbullah Lebanon yang dicap sebagai organisasi teroris oleh negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC).

Doha juga diharuskan mengusir semua anggota faksi pejuang Palestina Hamas dari Qatar, membekukan rekening bank mereka, dan berhenti bergaul dengan mereka.

Negara-negara GCC juga menuntut Qatar meminta maaf secara resmi kepada semua negara Teluk dan negara-negara Arab lainnya atas “kelancangan channel Aljazeera.” Selain itu, Doha juga harus berjanji untuk tidak lagi menjalankan segala peranan politik yang menyalahi kebijakan GCC. (mm/skynewsarabia/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL