dewan keamanan pbb New York, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menggelar sidang untuk membahas perkembangan situasi di Lebanon Selatan menyusul serangan para pejuang Hizbullah terhadap konvoi kendaraan lapis baja Israel di kawasan pertanian Shebaa, Rabu (28/1/2015).

Beberapa sumber pemberitaan Barat melaporkan bahwa sidang itu digelar atas permintaan Perancis selaku anggota tetap DK PBB.

Sedikitnya empat tentara Zionis tewas dan beberapa lainnya luka-luka akibat serangan roket milisi Hizbullah dari semak-semak terhadap konvoi kendaraan lapis baja di desa Ghadar, kawasan Jabal Douf.

Hizbullah dalam statemennya menegaskan bahwa serangan itu dilakukan oleh “Regu Syuhada Quneitra” sebagai balasan atas serangan Israel terhadap sekelompok milisi Hizbullah di Quneitra, Suriah, pada Minggu 18 Januari 2015.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa Lebanon dan Suriah harus bertanggungjawab atas serangan Hizbullah tersebut.

Duta Besar Israel di PBB Ron Prosor melayangkan surat kepada Ketua DK PBB Baros Melet dan Sekjen PBB Ban Ki-moon berisikan seruan perlucutan senjata Hizbullah. Dia juga mengingatkan bahwa Israel akan bereaksi keras.

“Israel tidak akan berpangku tangan di depan serangan Hizbullah ini,” tulisnya, sebagaimana dikutip Reuters.

Dia menambahkan, “Israel tidak akan pernah menerima serangan terhadap wilayahnya, dan akan melakukan semua tindakan yang semestinya untuk membela rakyatnya.”

Prosor juga menyebutkan bahwa Hizbullah telah menimbun senjata selama bertahun-tahun.

“Selama bertahun-tahun Hizbullah telah menimbun senjata di Lebanon Selatan sebagai pelanggaran terhadap Resolusi DK PBB 1701. Ketua Hizbullah Hassan Nasrallah rutin mengancam Israel, dan organisasi terorisnya menyatakan bertanggungjawab atas serangan pagi hari ini. Hizbullah memiliki kemampuan militer yang menunjukkan niatnya secara jelas, dan pagi ini kami menyaksikan hasilnya,” ungkap Prosor.

Menurut Reuters, serangan Hizbullah itu telah menewaskan dua serdadu Israel dan satu personil pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan (Unifil) asal Spanyol dan merupakan konflik yang paling sengit sejak 2006.

Juru Bicara PBB dan para pejabat Spanyol menyatakan bahwa anggota Unifil asal Spanyol itu tewas akibat serangan udara dan artileri Israel menyusul serangan Hizbullah. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*