NewYork, LiputanIslam.com –  Dewan Keamanan PBB menyerukan penyeledikan secara transparan dan terpercaya atas tragedi serangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi yang telah menjatuhkan puluhan korban jiwa yang sebagian besar adalah siswa sekolah dasar di kota Sa’dah, Yaman utara.

Seruan ini dinyatakan oleh Dubes Inggris untuk PBB, Karen Pierce, selaku ketua Dewan Keamanan PBB usai sidang darurat di New York, Jumat (10/8/2018), terkait dengan serangan yang menimpa bus sekolah di sebuah pasar yang terjadi Kamis (9/8/2018) tersebut.

Pierce yang negaranya baru sejak bulan Agustus ini menjabat ketua Dewan Keamanan PBB menyebutkan bahwa negara-negara anggota dewan ini “menyatakan keprihatinan yang mendalam atas serangan tersebut, meminta dilakukannya penyelidikan secara kredibel dan transparan, dan  menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban.”

Dia menegaskan bahwa negara-negara anggota Dewan Keamanan PBB “menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik di Yaman agar mengemban tanggungjawab mereka sesuai undang-undang kemanusiaan internasional, termasuk mengindahkan pembedaan dan proporsionalitas dalam perang.”

Dia menambahkan bahwa para anggota dewan ini kembali menegaskan tidak penyelesaian non-politik bagi krisis Yaman, dan menekankan keharusan penerapan semua resolusi dewan keamanan.

Sebelumnya di hari yang sama PBB meminta kepada kelompok pejuang Ansarullah (Houthi) agar dilakukan “penyelidikan independen” atas tragedi Sa’dah.

Wakil juru bicara Sekjen PBB Farhan Haq dalam jumpa pers saat menjawab pertanyaan wartawan mengenai pernyataan Sekjen PBB menyerukan “penyelidikan secara independen dan segera atas serangan itu.”

“PBB berharap kepada otoritas yang ada di Sa’dah (tanpa menyebutkan nama) supaya melakukan penyeledikan independen ini, dan PBB akan mempelajari hasilnya lalu menentukan langkah selanjutnya,” ujar Haq.

Kamis lalu Sekjen PBB António Guterres mengecam serangan tersebut dan menyerukan kembali upaya pencapaian solusi politik melalui dialog komprehensif di Yaman yang, menurutnya, merupakan satu-satunya jalan untuk menyelesaikan perang yang sudah berkobar sekian tahun.

Komite Palang Merah Internasional (International Committee of the Red Cross/ICRC) melalui halaman Twitternya menyatakan bahwa serangan tersebut telah menewaskan 50 orang yang sebagian besar anak kecil dan melukai 77 lainnya.

Seperti diketahui, sejak 26 Maret 2016 koalisi Arab pimpinan Arab Saudi melancarkan invasi militer ke Yaman dengan dalih demi membela pemerintahan Abd Rabbuh Mansour Hadi melawan kelompok Ansarullah yang menguasai ibu kota Yaman, Sanaa, sejak 21 September 2014. (mm/raialyoum/reuters)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*