NewYork, LiputanIslam.com –  Tiga negara anggota Dewan Keamanan PBB telah menghalangi keluarnya resolusi dewan ini untuk penghentian perang Yaman, dan sebagai gantinya dewan ini merilis resolusi yang menyerukan kepada kedua pihak yang bertikai agar kembali ke meja perundingan.

Belanda, Swedia, dan Peru menolak draf resolusi yang disusun oleh Inggris dan diusulkan oleh Cina yang bulan ini memimpin Dewan Keamanan PBB. Tiga negara itu beralasan bahwa draf itu tidak menyinggung persoalan yang telah membangkitkan keprihatinan terkait dengan krisis kemanusiaan di Yaman.

Dalam emailnya kepada Dewan Keamanan PBB, Rabu (7/11/2018), sebagaimana diketahui AFP, tiga negara itu beralasan, “Kami merasa bahwa situasi saat ini di atas segalanya menuntut adanya resolusi yang memberikan kepada utusan khusus maupun  OCHA dukungan yang mereka butuhkan untuk mengambil langkah menuju diakhirnya konflik di Yaman dan penderitaan rakyat Yaman.”

OCHA, kantor urusan kemanusiaan PBB, telah mengingatkan bahwa Yaman berada di ambang kelaparan terburuk di dunia dalam beberapa dekade terakhir.

Pasukan loyalis mantan presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung oleh jet tempur dan helikopter pasukan koalisi Arab pimpinan Saudi melancarkan serangan ke kota pelabuhan Hudaydah yang dikuasai kelompok Ansarullah (Houthi), meskipun ada peringatan dari kelompok-kelompok bantuan bahwa warga sipil terancam.

Sekjen PBB Antonio Guterres Jumat lalu menyerukan penghentian kekerasan di Yaman untuk menarik kembali negara ini dari “jurang” dan membangun momentum menuju pembicaraan untuk mengakhiri perang.

Seruan ini datang hanya beberapa hari setelah Amerika Serikat (AS) mengubah kebijakan secara signifikan dengan menekan sekutunya, Saudi, agar mengakhiri perang, serta menyerukan gencatan senjata dan perundingan damai.

AS, Perancis, dan Inggris yang sama-sama memegang hak veto  mendukung koalisi Arab dalam invasi militer ke Yaman sejak tahun 2015 dengan dalih demi memulihkan pemerintahan Mansour Hadi, namun banyaknya jumlah korban sipil telah menimbulkan kekhawatiran dunia.

Menyusul perubahan sikap AS, Inggris mulai bekerja untuk menyusun resolusi yang mengupayakan gencatan senjata, akses kemanusiaan dan perundingan yang disponsori PBB untuk mengakhiri perang.

Utusan PBB Martin Griffiths, yang baru-baru ini bertemu dengan pejabat AS di Washington, berencana mengundang pihak Mansour Hadi dan pihak Ansarullah untuk melakukan perundingan di Swedia bulan ini. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*