sidang pbbNewYork, LiputanIslam.com – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dalam sebuah laporannya mengenai Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) menyatakan sebanyak 30.000 militan dan ekstrimis dari 100 negara dunia telah bergabung dengan organisasi teroris ini dan ikut berperang di beberapa negara, terutama Irak dan Suriah.

Dalam laporan itu DK PBB juga menyebutkan bahwa para teroris itu sebagian besar berasal dari Afghanistan, Suriah, Irak dan Libya, dan di antara puluhan ribu anggota ISIS itu bahkan juga terdapat warga beberapa negara yang semula bersih dari gerakan teroris, termasuk Finlandia, Maladewa dan Chili.

DK PBB menambahkan bahwa dalam sembilan bulan terakhir proses rekrutmen ISIS meningkat 70 persen sehingga menambah kerisauan internasional.

“Dewasa ini para ekstrimis semakin berhasrat pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan para teroris, dan dalam proses ini ISIS di Libya sedang melakukan rekrutmen dan mengembangkan aktivitasnya, sementara Suriah, Irak dan Libya seolah sudah berubah menjadi sekolah –sekolah bagi para teroris,” ungkap DK PBB, sebagaimana dikutip situs berita Irak, Almasalah.

DK PBB juga mengingatkan adanya kemungkinan Tunisia, Maroko, Perancis dan Rusia akan terkena serangan teroris karena banyak warga negara masing-masing yang ikut menjadi teroris.

Rencananya, DK PBB hari Jumat ini (30/5) akan menggelar sidang untuk membahas laporan mengenai kawanan teroris bersenjata untuk kemudian dipelajari mekanisme penanggulangannya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL