London, LiputanIslam.com –  Sebuah sumber papan atas gerakan Ansarullah (Houthi) di Yaman menegaskan bahwa mempertahankan kota pelabuhan Hudaidah bagi kelompok ini jauh lebih penting daripada mempertahankan Sanaa, ibu kota Yaman. Demikian disebutkan oleh pemimpin redaksi Rai al-Youm, Abdel Bari Atwan, dalam artikelnya pada rubrik “Iftitah” (pembukaan) media online berbasis di London, ini, Selasa (31/1/2017).

Jurnalis kondang Arab berdarah Palestina ini juga mengutip pernyataan Ansarullah bahwa gerakan ini dan sekutunya siap bertempur hingga titik darah penghabisan demi mencegah jatuhnya Hudaidah ke tangan pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi, sebagaimana mereka juga akan terus bertempur mati-matian untuk mempertahankan palabuhan Mukha di barat Taiz karena pelabuhan merupakan garis pertahanan pertama bagi Hudaidah. Ansarullah membantah klaim bahwa pelabuhan Mukha telah jatuh ke tangan pasukan koalisi.

Menurut Atwan, terjadi perkembangan krusial dalam perang Yaman ketika Ansarullah berhasil merudal kapal perang Saudi di Laut Merah dekat pelabuhan Hudaidah hingga menghancurkan bagian kapal, menewaskan dua tentara, dan melukai tiga tentara lainnya yang ada dalam kapal. Saudi mengklaim serangan itu dilancarkan dengan serangan bunuh diri melalui perahu, sedangkan Ansarullah menayangkan video penyerangan tersebut untuk mendukung klaimnya.

(Baca: Ansarullah Serang Kapal Perang Saudi, Dua Tewas)

“Serangan ini, baik dilancarkan dengan perahu-perahu kecil maupun dengan rudal, merefleksikan suatu perkembangan militer besar dalam perang Yaman dan adanya senjata-senjata sangat canggih pada koalisi Houthi-Salehi yang belum terungkap kecuali hanya pucuk gunung esnya saja,” tulis Atwan. (mm/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL