Teheran, LiputanIslam.com –  Konferensi Persatuan Islam ke-32 di Teheran, ibu kota Iran, berakhir Senin (26/11/2018) dengan merilis deklarasi berisi penegasan bahwa Palestina merupakan isu utama bagi umat Islam dan bahwa Israel merupakan musuh nomor wahid yang harus dilawan dengan segenap kemampuan.

Deklarasi yang dibacakan oleh tokoh Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) Osama Hamdan itu menyerukan penyatuan barisan dan diakhirinya konflik antarnegara Islam dan keharusan identifikasi musuh secara akurat.

Deklarasi ini menolak prakarsa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk menyelesaikan perkara Palestina, menentang pencabutan hak kepulangan para pengungsi Palestina, dan menolak Judaisasi Al-Quds (Yerussalem) serta  pemindahan ibu kota Israel dari Tel Aviv ke al-Quds.

Deklarasi konferensi internasional yang dihadiri oleh para ulama dan cendekiawan Islam dari berbagai negara ini menyerukan dukungan penuh kepada bangsa Palestina dalam perlawanan terhadap kejahatan Rezim Zionis Israel, termasuk blokade terhadap Jalur Gaza.

Deklarasi ini juga menyerukan penolakan terhadap segala bentuk normalisasi hubungan diplomatik, perdagangan, kebudayaan, dan olah raga negara-negara Islam dengan Israel.

Lebih lanjut, melalui deklarasi ini para peserta konferensi tahunan itu juga menekankan keharusan diakhirinya perang dan blokade Arab Saudi dan sekutunya terhadap Yaman. Mereka menyerukan keharusan penyelesaian krisis Yaman melalui jalur politik yang tetap mempertahankan integritas negara ini.

Konferensi Persatuan Islam diadakan di Iran setiap tahun bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad saw.

Dalam pidatonya pada konferensi ini pemimpin Hamas Ismail Haniyeh Sabtu lalu menegaskan bahwa normalisasi hubungan dengan Israel harus dipandang sebagai kejahatan.

Dia juga menilai konferensi ini “menyokong resistensi dan melanggar semua garis merah (yang ditetapkan oleh AS dan Israel)”. (mm/alalam/almayadeen)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*