ديفينس 1: السعودية ليست دولة وانما منظمة اجراميةWashingon, LiputanIslam.com –  Portal Defense One dalam sebuah artikelnya meramal kerajaan Arab Saudi akan segera tumbang, dan menyebutnya bukan negara, melainkan model bisnis yang korup dan tak akan berkelanjutan serta menyerupai organisasi kriminal, dan karena itu Amerika Serikat (AS) harus bersiap-siap menyaksikan tumbangnya kerajaan ini dan mencari penggantinya.

Artikel berjudul “Bersiaplah Untuk Kejatuhan Kerajaan Saudi” karya Sarah Chayes yang dimuat 16 Februari 2016 itu menyebut para elit yang berkuasa di Saudi bekerja seperti organisasi kriminal yang terintegrasi, dan selama setengah abad telah menjadi garis kebijakan AS di Timteng.

AS membeli jaminan suplai minyak dari Saudi dan membayarnya dengan jaminan suplai keamanan sembari mengabaikan praktik otokrasi dan ekspor ekstrimis Wahabi yang dilakukan Saudi.  AS juga menyebut Saudi moderat hanya karena Riyadh bersekutu dengan Washington.

“Saudi sama sekali bukan negara. Ada dua cara untuk menggambarkannya; Pertama, sebagai perusahaan politik dengan model bisnis yang cerdas tapi akhirnya tidak berkelanjutan. Kedua, sangat korup dengan fungsi yang menyerupai organisasi kriminal yang terintegrasi secara vertikal dan horisontal. Dalam dua hal inipun Saudi tidak akan dapat bertahan,” tulis Chayes.

Menurut Chayes, Raja Salman bin Abdulaziz  berperan sebagai presiden direktur bisnis keluarga yang mengonversi minyak menjadi hadiah untuk membeli loyalitas politik. Mereka melakukannya dalam dua bentuk; pertama, bantuan tunai atau konsesi komersial untuk kalangan papan atas klan kerajaan yang jumlahnya semakin banyak; kedua, sedikit tunjangan publik dan pemberian kesempatan kerja bagi rakyat jelata. Sementara “tongkat pemaksaannya” disuplai oleh dinas-dinas kemanan internalnya yang brutal dan banyak menghamburkan dana untuk mendapatkan peralatan dari AS. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL