suriah faisal mekdadDamaskus, LiputanIslam.com – Qatar, negara yang selama ini ikut menyokong kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di Suriah, Rabu (21/10) melontarkan angan-angannya untuk mengeroyok Suriah secara langsung.

“Jika diperlukan, maka kami ikut berperang di Suriah, dengan kerjasama Turki dan Arab Saudi,” kata Menteri Luar Negeri Qatar, Khalid bin Mohammad al-Atiyyah, dalam wawancara dengan CNN Bahasa Arab.

Dia menambahkan, “Sikap Qatar mengenai krisis Suriah sudah jelas. Kami mendukung penyelesaian krisis melalui jalur damai, tapi jika dirasa perlu maka akan ikut berperang di Suriah dengan kerjasama Turki dan Saudi.”

Selama krisis Suriah yang bermula pada 2011, Qatar bersama Saudi, Turki, Amerika Serikat (AS) dan Israel gencar memberikan dukungan dana dan militer kepada kelompok-kelompok pemberontak dan teroris di Suriah, termasuk Jabhah al-Nusra dan ISIS.

Menanggapi pernyataan al-Atiyyah, Menteri Luar Negeri Suriah Faisal Mekdad menyatakan negaranya bukanlah makanan empuk bagi Qatar maupun Saudi dan Turki.

“Reaksi kami akan sengit sekali jika terjadi agresi terhadap kami…. Jika Qatar menerapkan ancaman dengan intervensi militer di Suriah maka kami akan menganggapnya sebagai agresi secara langsung,” katanya, seperti dilansir al-Mayadeen.

Dia menambahkan bahwa sebagaimana Turki dan Saudi, peran Qatar juga sangat jelas dalam penghancuran Suriah.

“Suriah akan terus mempertahankan legitimasi internasional di depan orang yang menyokong pembantaian dan terorisme,” pungkasnya.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Luar Negeri Parlemen Internasional untuk Keselamatan dan Perdamaian (International Parliament for Safety and Peace/IPSP), Haitham Abu Said, Rabu kemarin menyatakan bahwa bantuan logistik negara-negara Arab Teluk Persia dan Israel kepada kelompok teroris ISIS di Suriah dan Irak belakangan ini terus meningkat.

“ISIS memiliki para penasehat dan pakar militer dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Yordania dan Israel. Saudi memberi ISIS lebih dari 1000 unit mobil, Yordania menyumbang lebih dari 4500 unit mobil,” katanya, sebagaimana dilansir kantor berita Suriah, SANA, dan dikutip kantor berita Iran, IRNA.

Dia juga mengatakan bahwa Qatar dan UEA mengalokasikan dana besar untuk menggaji para anggota ISIS dan membiayai kebutuhan sehari-hari mereka, sementara pesawat semua negara Arab itu menerjunkan berbagai jenis bantuan senjata dan perlengkapan militer yang diperlukan ISIS.

Mengenai peran Israel, dia mengatakan, “Pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi telah menangkap seorang kolonel Israel yang ketika diinterogasi mengakui bahwa beberapa tentara Israel beraktivitas di sisi para komandan senior ISIS. Orang-orang Zionis merancang program-program ISIS dan memandu para teroris di semua tahap dan tindakan mereka.” (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL