suriah omran alzoubiDamaskus, LiputanIslam.com – Pemerintah Suriah membantah desas-desus bahwa Kuba dan Korea Utara bergabung dengan “Koalisi Suriah, Rusia dan Iran anti ISIS” . Sebagaimana dilansir Rai al-Youm, Kamis (22/10), bantahan itu dikemukakan oleh Menteri Informasi Suriah Omran al-Zoubi dalam wawancara dengan channel al-Ekhbariya.

Dia juga mengatakan , “Rusia dan Iran memiliki kehendak dan keputusan yang sama untuk kerjasama dengan Suriah dalam perang melawan teroris, terlepas dari adanya Israel.”

Menurutnya, di Suriah tidak ada apa yang selama ini dipropagandakan sebagai “oposisi moderat”.

“Penamaan demikian merupakan upaya untuk menyamarkan kelompok-kelompok yang tidak jelas organisasi teroris mana yang mereka ikuti,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari menyatakan bahwa serangan udara Rusia telah mengandaskan “rencana-rencana besar” yang telah dipersiapkan untuk mengganyang Damaskus selama musim gugur dan musim dingin.

Mengenai kunjungan Presiden Suriah Bashar al-Assad ke Moskow, ibu kota Rusia, dia mengatakan, “Serangan Rusia telah mematahkan banyak hal yang telah digodok dari balik layar oleh badan-badan intelijen Barat.”

Dia menambahkan, “Kunjungan itu penting karena tak terduga sebelumnya. Strategi Suriah di bawah pimpinan Presiden al-Assar telah memilih waktu yang tepat dalam melakukannya, dan diapun duduk bersama Presiden Rusia.”

Menurutnya, Damaskus sudah menyatakan bahwa kunjungan itu dilakukan atas undangan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dia mengatakan bahwa signifikansi gerakan Rusia pada level ini sebanding dengan “histeria dan kegilaan yang muncul di media-media Barat”.

“Serangan-serangan Rusia telah mengandaskan rencana-rencana besar dan niat-niat keji yang akan diterapkan terhadap Suriah dan rakyatnya selama musim gugur dan musim dingin,” tuturnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL