Damaskus, LiputanIslam.com –  Pasukan Arab Suriah (SAA) mengumumkan bahwa pihaknya telah menjalin “hubungan strategis” dengan pasukan relawan Irak al-Hashd al-Shaabi walaupun Amerika Serikat (AS) berusaha menghalangi eksistensi SAA di wilayah Badiyah Suriah.

Pemerintah Damaskus menyatakan bahwa AS berusaha menghalangi ketercapaian pasukan al-Hashd al-Shaabi ke pintu perbatasan al-Walid antara Suriah dan Irak, namun usaha untuk menggagalkan keterhubungan darat pasukan relawan Irak dengan SAA itu kandas.

“Pada 23 Mei 2017 telah diluncurkan operasi ‘Fajar Besar’ anti ISIS di Badiyah Suriah (sahara timur) , dan seminggu kemudian tentara Suriah dan sekutunya berhasil menguasai kawasan luas sahara di provinsi Homs dan Damaskus, selain juga telah mencapai bagian timur laut provinsi Suwaida,” ungkap Pusat Media Perang SAA dalam statemennya yang menjelaskan perkembangan terkini di wilayah perbatasan Suriah-Irak, Rabu (21/6/2017).

Statemen ini menyebutkan bahwa dengan demikian SAA telah mencegah masuknya pasukan AS ke wilayah Badiya, kemudian berhasil mencapai perbatasan dan menjalin hubungan darat dengan al-Hashd al-Shaabi.

Sebelumnya AS telah membuat “peringatan” terhadap SAA dengan melancarkan tiga serangan terpisah terhadap SAA dan sekutunya setelah kelompok-kelompok pasukan pemberontak Suriah yang didukung AS gagal eksis di kawasan itu. Dengan keberhasilan tahap awal operasi ini, SAA telah mencapai perbatasan Suriah-Irak di timur laut kota kecil al-Tanaf yang dikuasai oleh pasukan AS.

SAA menegaskan bahwa keberhasilan ini telah membuahkan “hubungan strategis antara Irak dan Suriah setelah AS berusaha menggagalkannya sejak tahun 2011.” Selain itu, hal ini juga membuat kelompok-kelompok pemberontak Suriah tak dapat bergerak menuju kawasan perbatasan Abu Kamal setelah al-Tanaf terkepung dari perbatasan Irak dan terjadi pertemuan antara pasukan Suriah dan pasukan Irak. (mm/rayalyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL