isis eksekusi di sinjarRamadi, LiputanIslam.com – Hanya dalam jangka waktu dua hari kawanan teroris anggota Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah membantai sebanyak 238 warga suku Albu Nimr, Irak, dan telah telah ditemukan sebuah kuburan massal yang menimbun 250 mayat. Demikian dikatakan Naim al-Ka’ud, salah seorang pemuka suku tersebut, sebagaimana dilaporkan Alalam, Kamis (30/10).

Disebutkan bahwa penduduk distrik Hit, provinsi Anbar di bagian barat Irak digemparkan oleh tragedi pembantaian ratusan penduduk bersuku Albu Nimir tersebut. Mereka dibantai karena terlibat perlawanan bersenjata terhadap ISIS.

Pembantaian itu terjadi beberapa hari setelah peristiwa pemenggalan empat orang anggota suku Shaitat di kota Albukamal, provinsi Deir al-Zor, Suriah, yang dianggap telah bekerjasama dengan pemerintah Suriah.

Sebelumnya, ISIS juga telah membunuh secara ratusan warga Shaitat yang merupakan suku berpengaruh di kawasan perbatasan Suriah-Irak. Mereka dibantai sekitar dua bulan lalu setelah terjadi upaya perlawanan suku itu terhadap kesewenang-wenangan ISIS. ISIS melarang penggalian kuburan massal dengan korban yang diperkirakan mencapai 800 orang tersebut. Dalam peristiwa itu ISIS juga menyalib beberapa pimpinan suku Shaitat.

Laporan lain dari Kementerian HAM Irak menyebutkan adanya penemuan puluhan mayat warga penganut sekte Yazidi korban kekejaman ISIS di bagian utara Irak. Mayat-mayat itu ditemukan setelah terjadi banjir dan longsor di kawasan sekitar kota Sinjar, provinsi Nineveh.

Kementerian itu menyatakan bahwa warga Yazidi korban eksekusi ISIS itu dikubur secara massal di kawasan Tel Alnabat di selatan Sinjar. Kuburan dibuat tidak terlalu dalam sehingga mayat-mayat itu keluar dari dalam tanah ketika terjadi banjir dan longsor di kawasan sekitar. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL