pemberontak suriahBeirut, LiputanIslam.com – Lembaga Observatorium Suriah untuk HAM, Minggu (15/5), menyatakan bahwa selama 20 hari terakhir sedikitnya 300 orang terbunuh dalam pertempuran antarkelompok bersenjata di kawasan Ghouta Timur di pinggiran Damaskus, ibu kota Suriah.

Sebagaimana dilaporkan al-Youm7, direktur esekutif lembaga tersebut, Rami Abdulrahman, mengatakan bahwa sebagian besar korban pertempuran itu adalah para teroris anggota Jaish al-Islam dan Jabhah al-Nusra.

Dia menambahkan bahwa kelompok bersenjata bernama Failaq al-Rahman juga terlibat dalam pertempuran di kawasan tersebut.

“Kontak senjata tetap berlanjut meskipun sudah ditengahi oleh penduduk Ghouta Timur dan terjadi pula unjuk rasa supaya konfrontasi itu dihentikan,” ungkapnya.

Menurutnya, pertempuran sengit antara Jaish al-Islam di satu pihak dan Failaq al-Rahman dan Failaq al-Qastat di pihak lain di Ghouta Timur yang dimulai sejak akhir-akhir April lalu masih berlanjut sampai sekarang.

Sementara itu, IRNA melaporkan bahwa pertikaian antarkelompok teroris di utara Aleppo kian meruncing menyusul pemutusan jalur transportasi bahan bakar oleh kelompok Nuruddin al-Zanki.  Kelompok ini dituduh memutus jalur tersebut serta merampas dan menimbun bahan bakar.

Kelompok-kelompok lain mengancam jika jalur itu tidak segera dibuka lagi maka mereka akan memberikan reaksi telak terhadap kelompok Nuruddin al-Zanki.

Kelompok-kelompok pemerontak dan teroris di utara Alappo sudah berulangkali terlibat pertikaian antarmereka sendiri di saat mereka juga mendapat tekanan militer dari pasukan pemerintah Suriah.

Seperti diketahui sejak 2011 Suriah didera pemberontakan yang kemudian diperparah dengan fenomena terorisme. Krisis ini disebut-sebut telah menjatuhkan ratusan ribu korban jiwa dan menyebabkan jutaan orang mengungsi dan kehilangan tempat tinggal.  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL