London, LiputanIslam.com –  Surat kabar Daily Mail (DM) mengungkap keterlibatan Inggris dalam invasi militer Arab Saudi dan sekutunya ke Yaman.

Surat kabar Inggris ini dalam laporannya Minggu (26/11/2017) menyebutkan bahwa lebih dari 50 tentara Inggris secara diam-diam telah melatih tentara Saudi agar mahir dalam “perang kotor” Yaman yang berkobar sejak tahun 2015 hingga menewaskan ribuan orang akibat serangan udara serta menyebabkan sekira satu juta anak kecil Yaman terancam bahaya kelaparan dan wabah penyakit.

DM mengutip keterangan anggota parlemen dan mantan menteri pembangunan internasional Inggris Andrew Mitchell bahwa “keterlibatan tentara Inggris dalam perang ini merupakan bagian dari kolusi yang memalukan bagi Inggris dalam penderitaan ini” sehingga dia mendesak pemerintah menjelaskan kepada Majelis Rendah mengenai peranan negara ini dalam operasi militer Saudi di Yaman.

“Saya tidak ragu bahwa parlemen akan meminta penjelasan mengenai pelatihan ini di tengah keprihatinan terhadap tragedi kemanusiaan yang terlihat di Yaman,” imbuhnya.

Dia menegaskan bahwa Inggris telah melakukan kolusi yang memprihatinkan dalam perang ini dan dengan cara yang melanggarkan Kesepakatan Jenewa.

DM menyebutkan bahwa mengingat merebaknya keprihatinan mengenai operasi militer Saudi di Yaman tidak seharusnya ada “operasi jalur-jalur silang.” Operasi ini terungkap secara tidak disadari ketika di akun Facebook Royal Scots muncul foto-foto pelatih Inggris berdiri di depan peta Yaman sembari menjelaskan skenario strategi.

Kemhan Inggris lantas mengatasi masalah ini dengan menghapusnya pada sekira 20 menit sejak foto-foto itu diposting sehingga ada wartawan yang segera menghubungi Kemhan untuk menanyakan masalah ini.

Menurut DM, Inggris juga telah menjual senjata senilai miliaran Pound Sterling, dan ada dugaan bahwa bom-bom buatan Inggris telah digunakan dalam seranga udara koalisi pimpinan Saudi ke Yaman.

DM juga menyebutkan bahwa PBB menyelidiki “tragedi kemanusiaan terburuk dalam sejarah modern” yang telah menewaskan lebih dari 10,000 orang selama pasukan koalisi iArab menyerang Yaman sejak tahun 2015 tersebut. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL