Sanaa, LiputanIslam.com –  Media Perang Yaman merilis rekaman video detik-detik serangan pesawat nirawak Angkatan Udara dan Komite Rakyat Yaman yang berafiliasi dengan kelompok Ansarullah (Houthi) terhadap konsentrasi pasukan dari kubu presiden tersingkir Abd Rabbuh Mansour Hadi yang didukung pasukan koalisi pimpinan Arab Saudi di Pangkalan Udara al-Anad di provinsi Lahj di bagian selatan Yaman, Kamis (10/1/2019).

Sumber militer Angkatan Udara Yaman menjelaskan bahwa serangan udara itu dilancarkan setelah dilakukan pengintaian secara cermat terhadap pertemuan dan pergerakan “pasukan agresor dan tentara bayaran” di pangkalan udara tersebut.

Sumber itu memastikan serangan itu menyasar para pemimpin “pasukan agresor dan tentara bayaran”, dan tepat mengena target hingga menewaskan dan melukai puluhan orang yang beberapa di antaranya berstatus komandan.

Sumber setempat mengatakan bahwa kru ambulan mengangkut pasukan yang terluka ke rumah sakit di kota Aden, dan banyak di antaranya mengalami kondisi parah.

Serangan ini tercatat sebagai keberhasilan Ansarullah melakukan terobosan militer besar, antara lain karena telah menerobos jangjauan radar Arab Saudi, dan telah menewaskan sedikitnya enam perwira tinggi militer yang duduk di podium utama. Para petinggi yang tewas antara lain Wakil Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata kubu Mansour Hadi, Jenderal Saleh al-Zandani, Gubernur Lahij Ahmad al-Turki, Brigjen Salih Tamah dari intelijen Mansour Hadi, dan Komandan Zona Militer 4, Brigjen Fadil Hasan.

Juru bicara Angkatan Udara dari kubu Ansarullah, Brigjen Abdullah al-Jufri, mengatakan: “Angkatan Udara Yaman telah menjadi lebih canggih dan lebih akurat, dan hari ini kita lebih kuat dan tangguh untuk menghadapi agresi biadab dan barbar.”

Dia menambahkan bahwa operasi Angkatan Udara tersebut dilakukan dalam rangka aksi militer taktis serta membawa pesan politik dan militer. Dia menekankan bahwa pasukan agresor Arab Saudi sekarang terjangkau serangan udara dan rudal Yaman, bahkan di markas dan tempat konsentrasi para ahlinya.

Al-Jufri menjelaskan bahwa serangan itu dilakukan setelah informasi pihak intelijen mengkonfirmasi perkembangan di mana kubu agresor sedang merekrut pasukan bayaran dan anasir Salafi/Wahhabi takfiri dan Salafi untuk mengerahkan mereka ke dalam perang di kawasan pesisir Yaman.

Secara terpisah, pakar militer Brigjen Mohammed Al-Mansour mengatakan, “Operasi (nirawak) tersebut membidik zona pusat komando di pangkalan itu, yang meliputi para perwira Mossad Israel, dan para perwira asing lain.”

Dia menambahkan bahwa markas itu juga digunakan untuk “merekrut tentara bayaran,  termasuk para Salafi, dan orang-orang dari negara-negara Afrika untuk dikerahkan dalam serangan terhadap kelompok Ansarullah.”

Menurut al-Mansour, serangan itu merupakan pesan untuk pasukan agresor yang tak becus dalam pelaksanaan perjanjian Swedia, dan bahwa mereka tidak dapat begitu saja bertindak lancang di wilayah manapun yang mereka kehendaki.

Juru bicara Angkatan Bersenjata Yaman Brigjen Yahya Serei’ mencatat bahwa pada tahun 2018 pihaknya telah melancarkan 38 operasi serangan udara, 28 di antaranya operasi yang menarget pasukan agresor dan tentara bayaran di wilayah Yaman, dan 10 operasi lainnya membidik fasilitas dan tempat-tempat militer di luar Yaman di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. (mm/alalam/raialyoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*