Teheran, LiputanIslam.com –  Sayyid Hassan Khomaini, cucu pendiri Republik Islam Iran (RII) Imam Khomaini, menyebut faham Salafi/Wahabi sebagai tragedi besar besar bagi dunia Islam serta noda yang mencoreng wajah dunia Islam hingga membuat umat Islam malu di depan khalayak dunia.

Kecaman terhadap Wahabisme itu dia kemukakan saat menerima kedatangan para anggota periode baru parlemen Iran ke makam Imam Khomaini di kawasan Behehsti Zahra di pinggiran Teheran, ibu kota Iran, Sabtu (28/5).

“Para revolusioner tak pernah meraih pemikiran jumud. Dalam mengabdi kepada agama dalam pemerintahan Republik Islam Iran mereka justru memerangi kejumudan…  RII terepresentasi dalam upaya mengembalikan intelektualitas dan spiritualitas kepada masyarakat Islam serta membangkitkan lagi peran besar agama bagi kehidupan manusia,” ujarnya, seperti dilansir al-Alam, Minggu (29/5).

Dia menambahkan, “RII menolak faham sekularisme dan berkata ‘tidak’ kepada semua pemikiran materialisme, tapi di saat yang sama pemikiran RII tidaklah jumud atau radikal. Masa depan pemikiran Islam tidak terpisah dari sejarahnya yang membuahkan kebanggaan, namun masa depan adalah sesuatu yang dibangun dengan tangan-tangan yang terampil dan dengan bantuan akal pikiran manusia.”

Dia mengatakan bahwa rasionalisme merupakan titik pemisah antara faham jumud Salafi/Wahabi yang antara lain telah melahirkan kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di satu pihak dan pemikiran murni Islam yang berhulu pada manhaj Ahlulbait as dan yang menjadi landasan Imam Khomaini dalam mendirikan Republik Islam Iran di pihak lain.

Para anggota parlemen periode baru Iran Sabtu lalu berziarah ke makam Imam Khomaini untuk menandai sumpah setia mereka kepada cita-cita revolusi Islam, misi dan visi pendiri Republik Islam Iran, dan garis perjuangan para pahlawan Iran. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL