irak-al-hashd-al-shaabi2Baghdad, LiputanIslam.com –   Sekjen organisasi Badr, salah satu elemen kelompok besar relawan al-Hashd al-Shaabi, Hadi al-Amiri, menyatakan perang Mosul akan berkepanjangan dan membutuhkan kesabaran karena faktor cuaca dan lain-lain.

“Operasi militer di barat Mosul oleh poros al-Hasdh al-Shaabi masih berlanjut, bertolak dari jalur umum penghubung Baghdad -Mosul menuju barat Mosul. Para pejuang al-Hashd al-Shaabi baru membebaskan kawasan sepanjang lebih dari 90 km dan seluas lebih dari 5 km, sehingga luas total wilayah yang berhasil dibebaskan diperkirakan sekira 45,000 km persegi. Kemajuan cukup bagus meskipun kondisi alam sangat berat,” ujarnya.

Dia juga menjelaskan, “Beberapa waktu lalu mereka ‘berenang’ dalam debu di tengah cuaca, tanah, dan jalur-jalur penuh debu, serta dapat bertahan dalam kondisi sedemikian sulit dan berat. Sedangkan sekarang mereka bertahan di tengah suhu dingin, hujan, dan ‘menyelam’ dalam tanah liat. Tapi semua ini tak menghalangi mereka menunaikan kewajiban dan tanggungjawab mereka di depan Irak beserta kesucian dan bangsanya. Mereka terus bergerak membebaskan tanah-tanah barat Mosul hingga perbatasan Suriah, dan setelah kami tuntaskan bagian ini kami kembali untuk memutus  jalur antara Tal Afar dan Mosul serta membantu tentara, polisi federal dan pasukan kontra-terorisme dalam memenangi pertempuran.”

Dia menambahkan, “Ada orang-orang yang berbicara tentang perang Mosul dengan meramal dan berilusi bahwa perang ini akan berakhir dalam hitung hari. Mereka mengira ISIS akan bersepakat dengan para anggota eks-Partai Baath (partai penguasa Irak di era mendiang Saddam Hossein) untuk mundur dan menyerahkan kota ini kepada pasukan Irak. Tapi kami sejak awal mengatakan bahwa Perang Mosul akan berkepanjangan dan memerlukan waktu lama dan kesabaran, dan bahwa ISIS akan melawan, apalagi ada kekuatiran kami bahwa ISIS menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia, dan ternyata kekuatiran ini menjadi kenyataan.”

Menurutnya, intervensi dan polemik politik juga berpengaruh pada langkah militer dalam perang Mosul. Meski demikian dia bersyukur karena sudah banyak wilayah berhasil dibebaskan, dan mengapresiasi jerih payah semua jajaran pasukan Irak, termasuk relawan.

Pasukan Irak memulai operasi militer besar-besaran bersandi “Kami Datang, Wahai Nineveh (Qadimun, Nainawa0” untuk pembebasan Mosul, ibu kota provinsi Nineveh, dari cengkraman teroris ISIS pada 17 Oktober lalu sesuai instruksi Perdana Menteri Irak Haider Abadi. (mm/alsumaria)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL