Amman, LiputanIslam.com –   Dinas rahasia Amerika Serika (CIA) serta pemerintah Arab Saudi dan Yordania mendesak dua kelompok oposisi Suriah Usud al-Sharqiya (Singa-Singa Timur) dan Ahmad Abdo supaya mundur dari Gurun Badiah Suriah dan masuk ke wilayah Yordania.

Usud al-Sharqiya dan Ahmad Abdo merupakan dua kelompok oposisi Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat (AS), Arab Saudi, dan Yordania dalam menjalankan aksi pemberontakan di Suriah. Badreddin al-Salamah, salah seorang petinggi kelompok Usud al-Sharqiya mengatakan, “Secara resmi kami telah diminta supaya meninggalkan kawasan ini.”

Dilaporkan Reuters bahwa sejak awal tahun ini, dua kelompok oposisi itu telah menghalau kelompok teroris ISIS dari kawasan jarang penduduk di tenggara Damaskus hingga kawasan dekat perbatasan Irak. Namun, operasi militer tentara Suriah belakangan membuat keduanya terkepung dan dalam beberapa pekan terakhir ini tentara Suriah berhasil merebut kembali beberapa pos perbatasannya dengan Yordania setelah sekian tahun ditinggalkan akibat gejolak pemberontakan dan terorisme.

Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada para komandan dua kelompok oposisi itu mereka diingatkan bahwa posisi mereka terancam jika tetap bertahan di sebuah kawasan kecil yang banyak sisinya sudah terkepung. Karena itu mereka diseru supaya meninggalkan kawasan itu, namun perintah ini mengecewakan ratusan militan oposisi. Mereka menilai instruksi ini menjurus pada pembubaran kelompok-kelompok yang sudah dibekali senjata antara lain puluhan rudal  TAW anti tank buatan AS tersebut.

“Kami menolak permintaan ini karena jika kami masuk ke Yordania maka urusan kami akan berakhir,” ungkap al-Salamah.

Said Saif, juru bicara kelompok Ahmad Abdo mengatakan, “Pada prinsipnya kami sepakat mengenai penarikan mundur, tapi masih ada beberapa persoalan yang harus dipecahkan. Sampai sekarang masih belum ada kesepakatan final mengenai penarikan mundur. Kami masih berada di kawasan Badiah dan mempertahankan posisi kami.”

Badiah merupakan salah satu kawasan yang disepakati oleh Rusia dan AS untuk gencatan senjata dan terletak di barat daya Suriah.

Sumber-sumber diplomatik mengatakan bahwa instruksi CIA tersebut berkaitan dengan keputusan AS pada Juli lalu untuk menghentikan salah satu program CIA. Saat itu Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk menghentikan program CIA mempersenjatai dan melatih para pemberontak Suriah.

Program itu sendiri mulai dijalankan pada tahun 2013 sebagai salah satu upaya pemerintahan presiden AS saat itu, Barack Obama, untuk menggulingkan Presiden Suriah Bashar al-Assad. (mm/irna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL