palestina abdul sattar qassimNablus, LiputanIslam.com –  Cendikiawan Muslim Palestina Prof. Abdul Sattar Qassem menilai sebagian rezim Arab membenci Iran justru karena negara republik Islam ini bermusuhan dan pantang kompromi dengan Israel serta getol menyokong perjuangan bangsa Palestina.

“Iran memang harus membayar mahal dukungan totalnya kepada bangsa Palestina. Sebagian negara Arab yang terlibat dalam konspirasi anti Palestina akan senantiasa memusuhi Iran selama Iran masih menyokong Palestina dan bermusuhan dengan Israel,” ungkapnya dalam wawancara dengan IRNA yang dilansir Jumat (5/2), sebelum dia ditahan oleh aparat keamanan otoritas Palestina.

Dalam wawancara berkenaan dengan peringatan HUT ke-37 kemenangan revolusi Islam Iran itu dia juga mengatakan, “Saya adalah orang pertama yang menyambut gembira peristiwa besar dan historis itu, dan dalam rangka ini setelah kemenangan revolusi Islam Iran pada tahun 1979 saya menulis buku ‘Terguling Syahansyah’.”

Dosen ilmu politik Universitas an-Najah, Nablus, Tepi Barat, ini mengatakan, “Sejak awal kemenangan revolusi Islam, para pemimpin Iran sudah menempuh berbagai tindakan sebelum menebar retorika dan menyatakan sikap. Kedutaan besar rezim Zionis penjajah ini di Teheran ditutup dan diganti dengan kedutaan besar Palestina.”

Dia menambahkan, “Iran telah memperlihatkan ketertindasan kaum Muslim Arab di tanah-tanah pendudukan Palestina. Iran bahkan tak berhenti menyokong bangsa Palestina ketika Iran sedang hebat-hebatnya diblokade dan dikenai sanksi internasional yang diterapkan secara sewenang-wenang.”

Abdul Sattar mengaku heran mengapa sebagian penguasa Arab sedemikian bersikukuh memusuhi Iran, namun dia menilai perilaku mereka itu adalah karena Iran gigih berjuang melawan agresi dan rasisme rezim Zionis.

Dia menjelaskan, “Sejak awal saya sudah blak-blakan mengatakan bahwa revolusi Islam Iran adalah pendukung terbesar Palestina, dan karena itu sampai sekarang kita melihat sebagian negara Arab memusuhi Iran karena Iran pantang berhenti menyertai pihak-pihak yang resisten terhadap rezim Zionis, sebab eksisensi sebagian rezim Arab bergantung pada eksistensi rezim penjajah ini.”

Menurut IRNA, Prof. Abdul Sattar ditangkap oleh aparat keamanan otoritas Palestina saat berada dalam rumahnya di kota Nablus setelah dalam wawancara dengan sebuah radio Palestina dia meminta penerapan undang-undang revolusi Organisasi Pembebasan Palestina (PLO).  (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL