saudi cambuk perempuanMekkah, LiputanIslam.com – Seorang perempuan Arab Saudi dijatuhi vonis hukuman penjara satu bulan plus cambuk sebanyak 50 kali karena terbukti melawan dan menghina petugas polisi anggota Komisi Amar Makruf Nahi Munkar. Bersamaan dengan ini, dua orang lain dijatuhi vonis hukuman mati dengan cara kepala dipenggal dengan pedang.

Mengutip surat kabar al-Medina terbitan Saudi, Reuters Ahad (17/8) melaporkan bahwa awalnya perempuan pemilik cafe terlibat cekcok dengan polisi yang berujung penghinaan perempuan itu terhadap polisi. Dia diperkarakan dan diputuskan dengan vonis tersebut di pengadilan Jeddah, kemudian mengajukan banding ke pengadilan Mekkah namun hasilnya tetap sama.

Disebutkan bahwa sebelum terlibat pertengkaran mulut dengan perempuan itu, beberapa petugas polisi Saudi mendatangi cafe untuk melakukan pemeriksaan. Kedatangan polisi itu rupanya membuat beberapa pekerja cafe ketakutan dan kabur karena tidak memiliki izin resmi keimigrasian. Dari situ kemudian terjadi percekcokan antara terpidana dan polisi.

Polisi Komisi Amar Makruf Nahi Munkar dibentuk di Arab Saudi sejak tahun 1926 dengan tujuan mengawasi perilaku sosial di negara ini. Tugas mereka antara lain menegakkan undang-undang tatacara berpakaian serta penutupan semua semua tempat kegiatan perdagangan selama 30 menit ketika tiba waktu shalat.

Komisi Amar Makruf Nahi Munkar banyak mendapat kecaman dari warga Saudi karena terjadi banyak kasus kekerasan mereka terhadap warga.

Raja Abdullah dari Arab Saudi pada tahun 2012 memecat kepada polisi keagamaan setelah terjadi beberapa kasus yang menimbulkan kontroversi di tengah publik, termasuk tersebarnya foto kekerasan petugas di sebuah pusat perbelanjaan.

Bulan lalu, pengadilan kriminal Jeddah memvonis dua perempuan Saudi dengan hukuman penjara 10 hari plus 20 kali cambuk karena terbukti melakukan penghinaan melalui teks dan aplikasi pesan seluler WhatsApps.

Laporan lain dari kantor berita Arab Saudi, SPA, menyebutkan bahwa dua warga Saudi divonis pengadilan dengan hukuman mati dengan cara kepala dipenggal dengan pedang. السلطات السعودية تعدم شخصين بقطع رأسيهما

Kementerian Dalam Negeri Saudi mengumumkan, pengadilan negara ini Ahad (17/8) telah menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Yusuf al-Nafi dengan cara ditembak kemudian dipenggal kepalanya di kota Thaif.

Selain dia, satu lagi pria bernama Abdul Salam al-Ruwaili juga dijatuhi hukuman penggal kepala karena terbukti melakukan pembunuhan dengan ‘senjata dingin’ (non-api) di Arar, bagian utara Arab Saudi.

Menurut laporan AFP, dengan adanya duanya dua vonis hukuman mati ini maka jumlah terpidana mati di Arab Saudi sejak awal tahun 2014 mencapai 28 orang. Tahun sebelumnya, sebanyak 78 orang juga dikenai hukuman mati. Semakin banyaknya hukuman mati di Saudi membuat negara ini tahun lalu mendapat kecaman dari Komisaris Tinggi HAM PBB. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL