Al-Qaeda leak: Secrets of al-Nusra and ISIL fightBaghdad, LiputanIslam.com – Perang antarkelompok militan bersenjata satu sama lain di Irak, terutama melawan kelompok Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL), dinilai pengamat dan otoritas keamanan Irak sudah bermula di Irak, tepatnya di provinsi Salahuddin.

Seruan pemimpin al-Qaeda Ayman al-Zawahiri supaya semua kelompok yang berafiliasi dengan al-Qaeda di Irak, khususnya di provinsi Salahuddin, berhenti berperang satu sama lain juga dinilai gagal dan tak berpengaruh. Sebab, berbagai kelompok bersenjata di provinsi ini, terutama al-Qaeda, Ansar al-Sunnah, Naqsyabandiyah dan Jaish al-Islam masih terus bertempur dengan ISIL dan menganggap ISIL sebagai bahaya besar bagi eksistensi kelompok-kelompok militan lain.

Menurut laporan FNA, otoritas keamanan Irak memiliki banyak data penting terkait kelompok-kelompok yang terlibat konflik satu sama lain, khususnya di kawasan al-Shurqat, Baiji, al-Jazirah dan al-Jalam yang merupakan pangkalan ISIL.

Menurut data-data ini, ISIL memiliki tiga komando lapangan. Komando lapis pertama sebagian besar elemennya berasal dari Saudi, Qatar, Kuwait, Tunisia dan Suriah. Komando ini memegang kunci komunikasi intensif antara elemen di Suriah dan elemen di Irak, perencanaan dan pelaksanaan berbagai operasi serangan seperti serangan terhadap penjara-penjara untuk membebaskan rekan-rekan mereka yang tertawan, serta pengalokasian dana dan logistik untuk lapis kedua yang para komandannya sebagian besar berasal dari Irak sendiri.

ISIL juga sedang membina lapisan ketiga yang terdiri dari elemen-elemen lokal dan menggunakan strategi yang pernah digunakan dalam Perang Afghanistan maupun sesudahnya. Lapisan ini dikomandani oleh orang-orang Irak sendiri dengan tugas-tugas antara lain melakukan penggalangan dana dengan cara melancarkan aksi penculikan agar korban kemudian ditebus dengan dana oleh keluarga korban, dan dengan demikian lapisan ketiga ini menjadi sumber dana bagi lapis pertama dan kedua.

Data-data keamanan Irak itu juga menyebutkan bahwa belakangan ini terbentuk sebuah kelompok di Irak yang menamakan dirinya “Front al-Nusra Syuhada Salahuddin.” Front ini menjadi pemain penting karena sudah mulai melancarkan misi teror dan pembunuhan para komandan dan anggota ISIL di kawasan Baiji, al-Siniyah, al-Shurqat, al-Jalam, al-Jazirah dan Samarra. Namun, front ini juga melancarkan beberapa operasi terhadap kelompok-kelompok bersenjata lain termasuk al-Naqsyabandiyah, Ansra al-Sunnah dan Jaish al-Islam.

Sementara itu, Hussein al-Jabouri, pakar keamanan di provinsi Irak, dalam wawancara dengan FNA menyatakan bahwa konflik antarsesama kelompok teroris menunjukkan bahwa berbagai kelompok bersenjata Irak sudah tak sanggup lagi berinteraksi dengan ISIL hingga akhirnya memilih untuk berjuang menamatkan riwayat ISIL yang menjadikan daerah-daerah terpencil dan jauh dari perkotaan sebagai pangkalan dan sarang yang aman bagi mereka.

Atas dasar ini, al-Jabouri memastikan bahwa perang terbuka dan berkepanjangan antarkelompok militan itu telah bermula dan menandai kesia-siaan seruan al-Zawihiri supaya pertempuran melawan ISIL dihentikan. Sementara itu, misi penumpasan ISIL mulai dijalankan oleh Front al-Nusra Syuhada Salahuddin dan dibantu oleh beberapa kelompok lain.

Menurut al-Jabouri, kelompok-kelompok militan di Irak menjalin hubungan dengan negara-negara Arab. Mereka juga bekerja secara sistematis dengan menjadikan berbagai wilayah multi ras dan mazhab sebagai target operasi dengan tujuan menguasai wilayah-wilayah itu sekaligus berusaha mengobarkan perang bernuansa mazhab Sunni dan Syiah agar tercipta kesan bahwa kaum Sunni berjuang melawan diskriminasi yang diterapkan oleh pihak Syiah yang berkuasa. Dalam rangka ini mereka antara lain melancarkan operasi-operasi serangan bom bunuh diri.

Al-Jabouri juga menyebutkan adanya kaitan erat antara sumber-sumber pendanaan ISIL dengan operasi-operasi peledakan jalur pipa minyak serta penyelundupan minyak di kota Baiji dan al-Shurqat. Mereka menjual minyak serta memberlakukan pajak pada perusahaan-perusahaan asing yang aktif di kawasan-kawasan tersebut demi menyuplai dana yang diperlukan ISIL. (mm/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL