London, LiputanIslam.com – Lembaga Conflict Armament Research (CAR) yang membidangi penyelidikan sumber senjata kelompok-kelompok yang berkonflik di sebagaian besar negara dunia melaporkan bahwa sebagian besar senjata kelompok teroris ISIS didapat dari Amerika Serikat dan Arab Saudi.

Lembaga ini menyebutkan bahwa kesimpulan itu diperoleh setelah timnya tiga tahun berada di Suriah.  Mereka mendapat “bukti-bukti kuat” bahwa ISISI membeli sebagian besar senjatanya dari berbagai pihak di Eropa Timur yang telah membelinya dari Amerika Serikat (AS) atau dari Saudi, dan senjata-senjata itu dibawa ke Suriah untuk menyuplai kelompok-kelompok oposisi.

“Dalam banyak kasus, senjata-senjata itu berpindah ke tangan ISIS dalam tempo kurang dari satu bulan, baik melalui dukungan dari kelompok-kelompok oposisi dukungan AS maupun melalui penjualan senjata itu di pasar gelap yang marak di Suriah,” ungkap CAR.

“Pada senjata dalam jumlah relatif besar yang telah diteliti oleh tim kami terdapat catatan bahwa senjata itu adalah hanya untuk digunakan oleh tentara AS atau Saudi, bukan untuk dijual,” lanjutnya.

Organisasi yang bermarkas di Inggris ini menyebutkan bahwa senjata-senjata sampai  ke tangan ISIS juga melalui berbagai kesepakatan rahasia di mana keterlibatan AS dan Saudi sangatlah besar.

Di pihak lain, pakar strategi Saudi dan direktur Pusat Kajian Strategi Timteng, Anwar Eshki, membantah laporan bahwa Saudi terlibat dalam suplai senjata dan dana kepada kelompok teroris.

Dia mengatakan bahwa dewasa ini persenjataan dengan berbagai jenisnya campur aduk sehingga adanya senjata-senjata itu di tangan teroris tidak bisa dijadikan alasan untuk menuding suatu negara.  (mm/sputnik)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*