iraq moqtada sadrBaghdad, LiputanIslam.com – Pemimpin kelompok al-Sadr, Moqtada Sadr, Selasa (18/2/2015) menginstruksikan penon-aktifkan semua aktivitas milisi “Brigade al-Salam” dan “al-Yaum al-Mau’ud” sampai ada pemberitahuan selanjutnya.

Lembaga pemberitaan al-Sumaria News menyebutkan bahwa instruksi itu dikeluarkan demi melancarkan penyelidikan kasus teror terhadap sesepuh suku Sunni al-Janabi, Syeikh Qasim Suwaidan al-Janabi, serta untuk menunjukkan sikap kooperatifnya dengan pihak yang berwenang untuk mengungkap tabir di balik kasus tersebut.

“Irak didera bukan hanya oleh infiltrasi pihak-pihak yang tak jelas asal-usulnya, melainkan juga oleh para anggota milisi yang brengsek,” ujarnya.

Dia meminta faksi-faksi politik yang ada supaya bersabar dan tidak menarik diri dari proses politik yang berlangsung.

Kasus teror yang menimpa Suwaidan al-Janabi menimbulkan gejolak politik di Irak sehingga koalisi Persatuan Nasional (al-Ittihad al-Qawi al-Wataniyyah) memilih absen dalam sidang-sidang parlemen Irak. Presiden, Perdana Menteri dan ketua parlemen Irak rencananya juga akan menggelar sidang darurat untuk mengusut masalah ini.

Al-Janabi dan seorang anaknya serta tujuh orang lain yang menyertai keduanya tewas diberondong peluru oleh kawanan bersenjata berseragam militer di Baghdad beberapa hari lalu. Banyak pihaknya meyakini serangan itu dilakukan oleh para anggota kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Wakil Perdana Menteri Irak Saleh al-Mutlaq mengingatkan bahwa para elit politik Irak kini diincar oleh kawanan teroris.

“Operasi teror yang menimpa Syeikh Qasim Suwaidan, sesepuh suku al-Janabi, dan seorang puteranya, berbeda dengan peristiwa-peristiwa serupa yang terjadi sebelumnya, sebab kali ini yang menjadi teror adalah sosok elit politik suku,” katanya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL