Teheran, LiputanIslam.com –  Kemlu Iran menyatakan bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bulan lalu menginginkan pertemuan dengan sejawatnya dari Iran, Hassan Rouhani, di sela sidang tahunan Majelis Umum PBB di New York, AS, tapi Rouhani menolaknya.

“Pihak AS mengusulkan pertemuan antara keduanya, tapi ditolak oleh pihak Presiden Rouhani,” ujar juru bicara Kemlu Iran Behram Qasemi, seperti dilansir kantor berita Tasnim milik Iran.

Dalam sidang itu Trump dan Rouhani terlibat aksi saling hujat. Trump menyebut pemerintah Iran “diktator korup”, sementara Rouhani menyebut Trump dan kroninya “para penjahat yang baru datang” dalam pemerintahan AS.

Pada bulan Oktober ini Trump mengaku akan berusaha untuk merombak perjanjian nuklir Iran dengan enam negara terkemuka di dunia menjadi lebih tegas terhadap Iran.

Perjanjian yang diteken pada tahun 2015 ini mengharuskan pencabutan saksi internasional terhadap Iran sebagai imbalan atas kesediaan Iran membatasi program nuklirnya.

Trump juga mengancam akan keluar dari perjanjian ini jika Kongres AS dan negara-negara sekutunya enggan membuat pasal-pasal yang lebih tegas dalam menekan Iran. (mm/rayaluoum)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL