iran anti-aircraftTeheran, LiputanIslam.com – Komandan Markas Khatamul Anbiya untuk Pertahanan Udara Iran, Brigjen Farzad Esmaili, menyatakan, Iran akan memamerkan sistem penangkis serangan udara terbaru dengan rudal jarak sedang dan jarak jauhnya dalam parade militer yang akan digelar pada 22 September mendatang dalam rangka memperingati peristiwa perang yang dipaksakan Rezim Baath Irak terhadap Iran selama delapan tahun (1980-1988).

“Sistem yang akan diungkapkan itu meliputi sistem yang kompleks dan baru serta sistem artileri dan radar di mana rudal-rudal jarak jauhnya telah dibuat oleh para ahli di dalam negeri,” ungkap Esmaili kepada Fars News Agency (FNA), Rabu (6/8).

Dia juga menyinggung pesawat nirawak (drone) yang, menurutnya, berpengaruh besar di medan pertempuran.
“Kami juga telah merancang program penggunaan drone anti drone dan bahkan anti jet tempur milik lawan, dan kami juga sudah mengalokasikan dana untuk ini,” tuturnya.

Dia juga menyebutkan bahwa angkasa Iran sudah resmi tercatat sebagai angkasa yang paling aman di Timur Tengah.

“Sesuai pernyataan resmi Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (International Civil Aviation Organization/ICAO), angkasa Iran adalah yang paling aman di Timur Tengah, dan ini merupakan satu kebanggaan tersendiri,” jelasnya. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL