Basrah, LiputanIslam.com –  Iran kembali membuka konsulatnya di Basrah namun di tempat baru dalam sebuah seremoni yang dihadiri oleh Duta Besar Iran untuk Irak, Iraj Masjedi, Selasa (11/9/2018).

Pembukaan konsulat di tempat baru ini dilakukan setelah gedungnya yang semula telah dibakar oleh sekelompok orang tak dikenal yang menyusup dalam aksi unjuk rasa yang marak di Basrah beberapa waktu lalu.

Dalam jumpa persnya Masjedi mengatakan, “Serangan terhadap konsulat Iran tidak akan mempengaruhi hubungan dua negara yang memiliki banyak kepentingan bersama ini, meskipun musuh bersama kami berusaha merusak hubungan ini.”

Dia mengaku berkunjung ke Basrah memang untuk membuka konsulatnya di gedung baru.

“Ini karena kami tidak ingin berhenti memberikan layanan barang sehari,” ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini Iran belum fokus pada soal siapa pelaku penyerangan ke konsulatnya, namun memastikan bahwa pelakunya tidak terkait dengan rakyat Irak yang notabene sangat bersaudara dengan bangsa Iran.

Dia juga menyatakan insiden itu tak ada kaitannya dengan krisis air.

“Sebab kawasan secara keseluruhan sedang mengalami kekeringan. Orang Iran sendiri, terutama di kawasan selatan, juga mengalami masalah yang sama,” katanya.

Belakangan ini Basrah dilanda gelombang unjuk rasa protes atas minimnya layanan publik dari pemerintah. Unjuk rasa ini terkeruhkan oleh aksi pembakaran markas dan kantor-kantor partai dan beberapa gedung milik pemerintah, dan terakhir pembakaran gedung konsulat Iran. (mm/alalam)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*