GazaCity, LiputanIslam.com –  Juru bicara sayap militer Hamas Brigade Ezzeddin al-Qassam, Abu Obeida, menyatakan  bahwa Hari al-Quds merupakan momen bagi umat Islam untuk menyatukan barisan.

“Telah tiba saatnya bagi umat Islam untuk mengesampingkan konflik nya, dan memulai tugasnya untuk menyudahi pendudukan Rezim Zionis,” tulis Abu Obeida di halaman Twitternya dalam menyambut peringatan Hari al-Quds, seperti dikutip Palestine Today.

Dia menambahkan, “Masalah yang dapat menjadi poros persatuan umat Islam dan pusat kekuatannya untuk resisten ialah masalah Palestina dan al-Quds, dan terletak di sinilah pentingnya Hari al-Quds.”

Dia juga menyebutkan bahwa Hari al-Quds merupakan peluang bagi umat Islam untuk meluruskan arahnya menuju pembebasan al-Quds dan Palestina.

Sembari mengapresiasi bangsa-bangsa yang memperingati Hari al-Quds, Abu Obeida mengajak para elit dan segenap komponen umat Islam dunia agar mementingkan peringatan yang jatuh pada setiap Jumat terakhir bulan suci Ramadhan ini.

Beberapa waktu lalu dilaporkan bahwa  Israel telah membunuh lebih dari 3000 anak Palestina sejak 28 September 2000 ketika Intifadah II dimulai sampai akhir April 2017.

Kementerian Informasi Palestina dalam sebuah laporannya menjelang Hari Anak  menyatakan bahwa pasukan Israel telah melukai lebih dari 13.000 anak kecil, menangkap lebih dari 12.000 lainnya, menyekap 300 anak di dalam penjara,  dan menyiksa 95 persen anak dalam tahanan. (mm/irna/middleeastmonitor)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL