palestina al-qassamMoskow, LiputanIslam.com – Sayap bersenjata Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, Brigade Ezzedin al-Qassam, menyatakan pihaknya telah membentuk “pasukan rakyat” dan siap mempersenjatai mereka untuk segala bentuk konfrontasi dengan Israel.

Sebagaimana diberitakan Alalam, hal ini dinyatakan al-Qassam dalam sebuah acara festival yang diselenggarakan di kamp pengungsi Jabalia, Jumat (7/11).

Juru Bicara al-Qassam menyatakan festival itu diselenggarakan “khusus untuk pelulusan 2,500 personil sebagai kelompok pertama pasukan rakyat untuk pembebasan Masjid al-Aqsa dan Palestina.

Dia juga mengatakan bahwa festival yang diselenggarakan Hamas di kawasan al-Tuffah di timur laut kota Gaza adalah dalam rangka mengenang jasa para syuhada dalam Perang Gaza serta untuk menegaskan bahwa al-Qassam masih tetap eksis, solid dan tangguh.

“Para ksatria al-Qassam, senjata al-Qassam, dan terowongan-terowongan al-Qassam berada dalam kondisi prima, dan kami siap menghadapi segala kemungkinan,” tegasnya.

Secara terpisah, tokoh senior Hamas Mohammad Abu Askar mengatakan, “Hamas siap dan sedang membekali pasukan agar rakyat siap menyongsong segala bentuk konfrontasi dengan pasukan pendudukan.”

Dia menambahkan, “Kami akan mengumumkan pembukaan pintu pendaftaran bagi para pemuda dan orang-orang dewasa usia 20 tahun ke atas pada beberapa hari mendatang agar dapat bergabung dengan pasukan rakyat sesudah pelulusan kelompok pertama yang dikhususkan untuk anak-anak muda.”

Brigade al-Qassam memberi nama gelombang pertama pasukan rakyat itu “Kelompok Ksatria Pembebasan” (Fauju Fawaris al-Tahrir).
Menurutnya, pelulusan kelompok pertama ini terjadi ketika Masjid al-Aqsa sedang mengalami “pelanggaran terkeras” dari Israel.

Kutuk Peledakan

Hamas mengutuk serangkaian peledakan bom yang ditujukan terhadap rumah dan kendaraan para pemimpin gerakan Fatah Palestina di Jalur Gaza dini hari Jumat (7/11). (Baca juga: Rumah Para Tokoh Gerakan Fatah di Jalur Gaza Diserang Bom)

Menurut laporan Falastin al-Youm, Juru Bicara Hamas Fawzi Barhoum dalam statusnya di Facebook menyebut aksi itu sebagai tindakan jahat serta meminta aparat keamanan supaya menyelidiki kasus tersebut dan menangkap para pelakunya untuk diadili.

Peledakan bom itu tidak menjatuhkan korban jiwa mapun luka, namun beberapa rumah dan mobil rusak terkena ledakan.

Laporan lain dari AFP menyebutkan bahwa Nasser al-Qudwa, tokoh senior Fatah, menuding Hamas berada di balik aksi peledakan tersebut. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL