bom suriahBeirut, LiputanIslam.com – Sekitar 30 tentara pemerintah Suriah (SAA) dilaporkan tewas akibat ledakan bom gerilawan pemberontak di wilayah barat laut negara ini. Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HAM) Suriah Selasa (6/5/2014) menyebutkan bahwa ledakan dahsyat itu terjadi Senin lalu di wilayah pinggiran kota kecil Ma’arat al-Nu’man, provinsi Idlib.

Menurut lembaga yang berbasis di Inggris dan menebar jaringan mata-mata yang bekerja untuk pihak oposisi Suriah tersebut, ledakan itu berasal dari bahan peledak yang ditanam sebanyak sekian ton di terowongan bawah tanah sepanjang 200 meter di lokasi pos pemeriksaan di lokasi peristiwa oleh militan dari Front Islam dan satu kelompok militan lainnya.

Sebuah video yang disiarkan di internet oleh gerilyawan Front Islam memperlihatkan ledakan dahsyat tersebut menghampurkan debu dan serpihan setinggi puluhan meter ke udara.

Gerilyawan gigih menggali terowongan bawah tanah. Selain untuk menyimpan senjata dan perlengkapan, mereka juga menggunakannya untuk menyerang fasilitas pemerintah atau mengaktifkan bahan peledak di tempat-tempat penting.

Kepala Lembaga HAM Suriah Rami Abdil Rahman mengatakan, pos pemeriksaan yang dijadikan sasaran kali ini merupakan bagian dari garis pertahanan SAA untuk pangkalan militer Wadi Deif yang merupakan benteng pertahanan SAA di Idlib. Gerilyawan oposisi berusaha merebut Wadi Deif dan pangkalan militer dekat Hamadiyeh sejak lebih dari satu tahun, namun SAA selalu berhasil menghalau serangan.

Ledakan besar itu terjadi sehari setelah sekira 160 militan tewas dalam pertempuran baru antara milisi Front al-Nusra dan milisi Daulat Islam Irak dan Suriah (ISIL) di provinsi Deir al-Zor.

Selain itu, lebih dari 150 penduduk terbunuh selama pertempuran antarkelompok militan yang terjadi pekan lalu di provinsi kaya minyak tersebut. Pertempuran itu juga menyebabkan sekitar 60,000 penduduk terpaksa mengungsi dan meninggalkan kota Deir al-Zor.

Front al-Nusra dan ISIL tetap saling menyerang meskipun pemimpin jaringan teroris al-Qaeda, Ayman al-Zawahiri, menyerukan keduanya supaya terfokus pada perang melawan pemerintah Suriah dan menghentikan aksi saling bunuh antarsesama militan.

Sementara itu, laporan terbaru dari FNA menyebutkan bahwa sebuah sumber keamanan Suriah menepis berita yang beredar mengenai tewasnya 30 tentara Suriah tersebut. Sumber keamanan  yang tidak ingin disebutkan namanya itu mengatakan kepada jaringan berita RT Rusia bahwa tidak benar berita yang disiarkan oleh Reuters dengan mengutip pernyataan pihak-pihak yang disebutnya sebagai para aktivis di Suriah tersebut.

Dalam beberapa bulan terakhir tentara Suriah berhasil meraih kemenangan besar dalam operasi penumpasankelompok-kelompok militan yang tersebar di berbagai wilayah negara ini, terutama di wilayah strategis al-Qalamoun dekat perbatasan Suriah dengan Lebanon. (mm/presstv/alalam/iolnews/fna)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL