pos militer mesirAlarish, LiputanIslam.com – Satu warga sipil dan satu perwira Mesir tewas dalam peristiwa dua serangan terpisah di Sinai Utara, kawasan yang sejak beberapa tahun lalu menjadi ajang pertempuran antara pasukan Mesir dan militan.

Berdasarkan keterangan Kementerian Dalam Negeri Mesir, Ahram Online melaporkan bahwa warga sipil itu tewas akibat ledakan sebuah truk tangki air bermuatan bom di dekat sebuah kamp keamanan di kawasan el-Masaeed, al-Arish, Selasa (10/3/2015). Truk itu meledak setelah penjaga kamp melepaskan tembakan terhadapnya.

Warga sipil yang tewas adalah seorang pekerja fasilitas listrik di dekat kamp. Selain dia, pengemudi truk juga tewas. Peristiwa ini juga menyebabkan sedikitnya 42 tentara dan dua warga sipil menderita luka-luka. Selain itu, beberapa bangunan di sekitar kamp rusak terkena ledakan.

Di hari yang sama, satu perwira militer terbunuh dan tiga tentara lainnya terluka akibat serangan terhadap kendaraan militer lapis baja di selatan al-Arish.

Dua serangan tersebut terjadi beberapa hari menjelang pertemuan puncak penanaman modal internasional di Sharm el-Sheikh pada tanggal 13 – 15 Maret 2015.

Serangan yang terjadi di kamp keamanan itu tercatat sebagai serangan teror besar pertama kalinya terhadap pos keamanan di Semenanjung Sinai sejak kaum militan melancarkan serangan yang menewaskan 30 tentara dan warga sipil di pos pemeriksaan pada Oktober 2014.

Januari lalu, sedikitnya 26 orang, termasuk tentara dan warga sipil, terbunuh dalam serangkaian serangan militan yang menggunakan bom mobil dan peluru mortir terhadap beberapa posisi tentara dan polisi di Sinai Utara.

Pemerintah Mesir memberlakukan jam malam di al-Arish pasca peledakan bom Oktober 2014.

Tentara Mesir berperang melawan pemberontakan kaum militan sejak presiden Mohamed Morsi terkudeta oleh militer pada tahun 2013. Ratusan tentara dan polisi terbunuh akibat serangan militan.

Kelompok Ansar Bait al-Maqdis menyatakan bertanggungjawab atas sebagian besar serangan terhadap tentara dan polisi di Sinai.
Sejak November 2014, kelompok ini menyatakan baiatnya kepada kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), dan sejak itu pula mengganti namanya menjadi Wilayat Sinai. (mm) 

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*