bahrain bom mobilManama, LiputanIslam.com –  Sedikitnya dua orang tewas dan satu lainnya cidera terkena ledakan yang berasal dari sebuah mobil di sebelah barat Manama, ibu kota Bahrain.

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahrain menyatakan, telah ditemukan dua mayat terbakar dan satu orang terluka pada peristiwa bom mobil yang diledakkan desa al-Mughsha yang dihuni oleh warga Syiah dan dilintasi jalan raya Buddaya, Sabtu (19/4/2014).

“Penyelidikan awal menunjukkan bahwa ledakan disebabkan oleh alat peledakan yang ada di dalam mobil,” ungkap Kemendagri Bahrain, seperti dikutip kantor berita BNA. Tidak ada keterangan lebih lanjut mengenai apakah mobil itu menjadi target serangan atau memang sengaja diledakkan.

Ledakan bom juga menerjang kota al-Quraya yang jugi dihuni oleh warga Syiah, menciderai beberapa anggota pasukan pertahanan sipil yang sedang berusaha memadamkan ban-ban mobil yang dibakar oleh para pemrotes rezim al-Khalifa di gerbang kota al-Quraya.

Bahrain dilanda gelombang protes pro demokrasi sejak pertengahan Februari 2011. Berbagai unjuk rasa damai yang digelar oleh para pemrotes sering dihadapi pasukan pemerintah dengan represi dan kekerasan.

Pada Maret 2011, tentara Arab saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) didatangkan untuk membantu pemerintah Bahrain menumpas para pemrotes. Akibatnya, beberapa warga Bahrain terbunuh dan ratusan lainnya cidera.

Jumat lalu, satu pemuda Bahrain meninggal dunia setelah hampir dua bulan dirawat akibat luka yang dideritanya dalam peristiwa unjuk rasa di Sa’ar, bagian barat Manama, Februari lalu.

Pada pertengahan Februari lalu, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mendesak pemerintah Bahrain supaya menghormati ketentuan hak manusia (HAM) internasional dalam menghadapi para pengunjuk rasa.

Para dokter dari kalangan peduli HAM mengatakan bahwa beberapa dokter dan perawat juga menjadi korban aksi penahanan, penyiksaan dan bahkan penculikan karena mereka memiliki bukti kekejaman yang dilakukan oleh aparat keamanan pemerintah yang berusaha menumpas demonstran. (mm/afp/aljazeera/presstv)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*