bom turki di cizreIstanbul, LiputanIslam.com –   Sedikitnya 11 polisi tewas dan 78 orang lainnya luka-luka akibat ledakan dahsyat di dekat markas polisi anti huru-hara di Cizre di tenggara Turki, Jumat (26/8/2016). Demikian dilaporkan kantor berita negara ini, Anadolu, berdasarkan keterangan pejabat pemerintahan provinsi Sirnak.

Ledakan itu merupakan serangan teror bom bunuh diri yang dilakukan dengan cara meledakkan truk berisi bahan beledak di dekat sebuah pos pemeriksaan keamanan.

Menteri Kesehatan Turki Recep Akdag mengatakan kepada CNN Turk bahwa korban luka terdiri atas 75 polisi dan tiga warga sipil, dan empat di antara mereka berada dalam kondisi kritis.

Sayap militer kelompok pemberontak Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dalam statemen online-nya kemarin menyatakan bertanggungjawa atas serangan tersebut dan berjanji akan memberikan pernyataan lebih detail pada hari ini.

Mereka juga menyatakan bahwa serangan itu dilakukan sebagai reaksi atas berlanjutnya aksi pengucilan dan pemenjaraan pemimpin PKK Abdullah Ocalan.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kecamannya terhadap serangan ini mengatakan, “Turki tidak akan membiarkan para teroris itu mewujudkan tujuan-tujuan kotornya. Tak dapat disangsikan lagi bahwa perang kami melawan teror akan sukses.”

Senada dengan ini, Perdana Menteri Turki Binali Yelderim berjanji untuk membalas pelaku serangan yang terjadi Jumat pagi waktu setempat itu

“Kami akan memberikan balasan setimpal terhadap para penjahat. Tak ada organisasi teroris yang dapat menjadikan Turki sebagai tumbal,” katanya, seperti dilansir Rai al-Youm.

Serangan itu terjadi ketika Turki kembali mengirim pasukan tank ke kawasan tenggara Turki di dekat perbatasan Suriah pada hari ketiga operasi militernya di kawasan itu.

Ledakan itu menimbulkan kerusakan parah pada bangunan markas polisi anti huru-hara dan terjadi pada jarak sekitar 50 meter dari bangunan. (mm)

DISKUSI:
SHARE THIS:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Positive SSL